Inspirasi dan Seni


Kurasi Kompasiana

Artikel Kurasi Kompasiana yang diterima Kompas.com

Pelajari SelengkapnyaJun 01, 2021

Perginya Sang Surya

Puisi ini ditulis untuk mengenang Rm. Prof. Dr. Berthold Anton Pareira, O.Carm. Dialah Sang Surya.

Pelajari SelengkapnyaJan 14, 2021

Luangkan Waktu

Inspirasi kecil pada 1 Januari 2021

Pelajari SelengkapnyaJan 01, 2021

Ratapan orang Jakarta

Puisi ini ditulis pada tahun 2016 ketika Jakarta menangisi putusan pengadilan atas Ahok yang dijebloskan ke penjara dengan dalil penistaan agama.

Pelajari SelengkapnyaDec 13, 2020

Air mata untuk Jakarta

Puisi ini sudah ditulis pada tahun 2016.

Pelajari SelengkapnyaOct 20, 2020

NOVERIM TE, NOVERIM ME

Tulisan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat kaum Kristen yang mau lebih mendalam lagi mengenal Yesus Kristus. Gagasan dasar dari St. Hieronymus diangkat kembali ke permukaan realitas hidup kita saat ini untuk direfleksikan secara bersama-sama. Kita akan mengenal Kristus jauh lebih baik lagi, jika kita setia membaca Kitab Suci.

Pelajari SelengkapnyaDec 03, 2020

Mengenal Prioritas

Percikan Inspirasi ini berkaitan langsung dengan bacaan hari Minggu 18 Oktober 2020. Bacaan-bacaan hari Minggu XXIX bisa menjadi inspirasi untuk belajar menentukan prioritas dalam hidup.

Pelajari SelengkapnyaOct 18, 2020

Tak Selamanya

Hari ini 8 Oktober 2020 terasa seperti langit runtuh, dunia jadi gelap, matahari terbenam, bulan dan bintang tak bersinar, senja pergi menghilang entah ke mana. Rentetan kesuksesan bisa jadi tidak mendidik. Mengapa? Jika selalu sukses hati saya hanya penuh dengan perasaan diri yang mampu, hebat dan luar biasa. Bahkan karena kesuksesan itu saya bisa mengukur orang lain dengan standard kesuksesanku. Adilkah itu? Tidak.

Pelajari SelengkapnyaOct 08, 2020

Merenta-renta

Puisi untuk mengenang hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Pelajari SelengkapnyaOct 09, 2020

DANAU TERATAI Y’ AMOR

Puisi ini ditulis pada tahun 2012 saat saya pertama kali mengadakan kunjungan ke Paparao di Kaimana, Papua Barat

Pelajari SelengkapnyaOct 09, 2020

Pujian kepada sang Ibu

Di mana Yesus berbicara dan bertindak, pemerintahan dan kerajaan Allah menguasai manusia. Dan orang yang mendengar itu menerima kemampuan baru untuk bersukacita, berbagi kegembiraan, kebebasan baru untuk berbicara. Inilah yang dialami wanita itu dalam bacaan Lk 11, 27-28, yang tiba-tiba tidak bisa lagi berdiam diri dan harus bahagia memuji ibu Yesus. Pemuliaan ibu sebenarnya ditujukan kepada Yesus sendiri. Jawabannya bukanlah penolakan, tetapi klarifikasi dalam dua arah: 1. Maria senang dipuji, bukan karena dia adalah ibu kandung Yesus, tetapi karena dia milik orang-orang "yang mendengar firman Tuhan dan menjaganya." 2. Maria adalah pendengar firman yang sempurna, tetapi dia bukan satu-satunya; semua yang mendengar firman dan menaatinya memiliki persekutuan dengan Yesus, dan mereka semua dengan senang hati memuji.

Oct 09, 2020