Perginya Sang Surya


Duka telah menghimpit hati
Lara menghampiri nalar
Derita terakhir terkenang 
Laramu telah pergi selamanya 

Kematian adalah seni meninggalkan pesan
Ketiadaan dalam suatu ruang itu nyata
Kematian adalah bahasa manusia 
Ketiadaanmu itu menjadikan masa lalumu hidup dan bermakna

Serpihan pesanmu tersebar dan membias
Menerobos kemalasan dan tidur nyenyak
Merobek kebekuan cara berpikir kaum muda
Menampar keangkuhan dan ego orang terdekat

Sang Surya, pergimu menyeret pena
Sang Surya, kisahmu menggugat nalar
Sang Surya, hadirmu bermantelkan Regula
Sang Surya, kitabmu adalah Perjanjian

Hidup itu adalah persesuaian ilmu dan iman
Hidupmu adalah bahasa kesaksian 
Hidupmu telah menghidupkan pemikir dan pemimpin
Hidupmu telah meninggalkan kata yang tidak pernah mati

Namamu disebut dalam gandengan aneka bahasa
Namamu ditulis dengan hormat dan cinta
Namamu dikenang sebagai ikon membara dalam Sabda
Namamu tertulis di hati ribuan orang benar

Cinta, roh, jiwa, benar-benar menyala
Nyala cinta yang tidak pernah pudar dan suram
Roh kehidupan yang memberi tulang pada daging lemah 
Jiwa keberanian yang berlandaskan kebenaran

Sang Surya, aku mau beritahu bahwa penulis-penulis yang enggan menulis bangkit dengan gairah menulis tentang Sang Surya
Ha ha ha ha Kematian berakhir dengan kehidupan Pena-Pena yang tertidur
Ha ha ha ha Sang Surya tertawa

Mainz, 14.01.2021
Ino Sigaze, O.Carm