Merenta-renta


Bernajak tua renta usia bangsa

Gigi dan taringnya diperhitungkan di kancah dunia

Makin tua makin beruban makin dipuja seantero dunia

Tua renta tak pernah lupa pakai jas merah

Bung Karno - Hatta nama Bapa Bangsa

Gelora dan gema suara mereka nyaring di angkasa

Tak kenal tua renta saat mereka berbicara

Gelora perjuangan tak kenal tua renta

Merenta-renta dari 1945 hingga sekarang

Meretas ketertinggalan dunia ketiga jadi macan Asia

Indonesia bukan tua renta,

tapi putih tulang dan merah darahnya

Terbang ke angkasa bawa Garuda

Tak pernah lepas dari cakar Bhineka Tuka Ika

Bukan tua renta, buka pula pura-pura tua

Tua bijak menepis isu SARA dan krisis dunia

Bambu runcing renta tinggal kenangan

Modernisasi alutsista mimpi masa kini bangsa

Renta-renta beragam agama di sana

Tua bijak baru layak jadi pewarta ajaran kebenaran

Tua renta wariskan sila-sila Pancasila,

bermula dari Ketuhanan yang Maha Esa

Kita bangsa Indonesia

Kita punya Tuhan yang sama

Jika belum tua renta dalam kebenaran

Jangan tarburkan perpecahan dengan isu agama

Merenta-renta Indonesia sekarang

Menekan birokrasi supaya praktis dan realistis

Mengganti posisi dan bangun transparansi

Hingga reklamasi penuh kontroversi

Indonesia tua renta dalam sejarah,

350 tahun berlalu rempah-rempah dirampas,

Rintih sakit bangun Batavia

Kenangan istimewa tiga setengah abad dijajah

Indonesia tidak merana di usia renta

Kantung tambang emas kembali direbutnya

Renta-rentah namun kaya raya,

Rahimnya tak pernah mandul melahirkan pejuang-pejuang muda

Memperjuangkan Indonesia Maju tak gentar

Semboyan generasi mudah sekarang

Renta-renta riskan

Jika generasi sekarang suka fitnah dan adu domba

Indonesiaku, besar sebesar Sabang sampai Merauke

Meroket juga cita-citamu

Indonesiaku, runtut ceritamu tentang sila-sila itu

Yang terakhir tak boleh dianggap tua dan tak berguna

Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indoensia

Kutitipkan pantun untuk Kakek yang bukan tua renta

Merdeka, Maju, Indonesia,

tua-tua keladi, makin tua makin menjadi-jadi

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75

Ino Sigaze, O.Carm