1 min dibaca
02 Apr
02Apr

Suara Keheningan | Titus Brandsma

Di antara banyak gagasan yang membuat konsep tentang Tuhan begitu berharga bagi kita, hampir tidak ada yang lebih baik daripada gagasan bahwa Tuhan bersemayam di dalam kita dan bahwa kita dapat menemukan dan merenungkan Dia di dalam diri kita sendiri dan bersama kita dalam segala hal yang mengelilingi kita.  

Kediaman ilahi ini dapat menjadi pancaran yang jelas sepanjang hidup kita.  Pertama-tama, kita harus melihat Tuhan sebagai alasan terdalam (tiefsten Grund) dari keberadaan kita, yang tersembunyi di bagian terdalam dari sifat kita, tetapi masih dapat dilihat dan direnungkan di sana. 

Alasan ini dapat kita pahami secara intelektual, tetapi kemudian juga mengenalinya secara jelas. Dan ketika kita mendengarkan Dia secara teratur, tanpa pernah memikirkannya, secara intuitif, seolah-olah, kita melihat diri kita dalam visi Tuhan yang berkelanjutan, dan kemudian kita menyembah Tuhan tidak hanya dalam keberadaan (Wesen) kita sendiri.

Tetapi juga dalam semua makhluk, pertama pada sesama manusia, tetapi juga di alam, di alam semesta, di mana-mana, dan menembus segala sesuatu dengan karya tangan-Nya.  Kediaman dan pengaruh Tuhan seharusnya tidak hanya menjadi objek intuisi, tetapi harus mengekspresikan dirinya dalam hidup kita, diungkapkan dalam kata-kata dan perbuatan kita, memancar ke seluruh keberadaan dan penampilan kita.  

Konsep Ketuhanan (Gottesbegriff) / Titus Brandsma (pidato sebagai Rektor Magnificus baru Universitas Katolik Nijmegen 1932)

-----------

Teks diterjemahkan oleh RP. Ino, O.Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.