1 min dibaca
23 Mar
23Mar
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Waktu di bumi dan dunia dibagi menjadi 24 zona waktu yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan patokan Greenwich Mean Time (GMT). Greenwich itu suatu tempat di negeri Inggris.

Di Indonesia, zona itu dibagi tiga, waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), Bagian Tengah (WITA), dan waktu Indonesia Bagian Timur (WIT). Demikian pula di Amerika Utara.

Dalam zaman global, orang dari zona waktu yang berbeda-beda dapat bekerja bersama. Apalagi teknologi zoom memungkinkan orang mengadakan pertemuan, rapat, dan negosiasi melalui internet. Zona waktu tidak memisahkan orang; tidak jadi masalah.

Orang dapat mengendalikan sesamanya yang berada di zona yang berbeda. Mengontrol dan mengawasi perusahaan dari jarak jauh dalam zona yang amat berbeda pun dimungkinkan.

Secanggih apa pun teknologi manusia dalam mengatasi perbedaan zona waktu, tetap saja manusia belum mampu menjangkau zona waktu Tuhan. Sering manusia ingin agar permohonannya seketika dikabulkan. Seakan-akan ia mau membuat zona waktunya sama dengan zona waktu Tuhan.

Faktanya, tidak semua yang manusia minta dikabulkan seketika. Ada kalanya, orang mesti menunggu sehari, seminggu, sebulan, setahun; bahkan bertahun-tahun. Di sana, iman seseorang diuji.

Apakah itu berarti Tuhan menunda-nunda dalam memenuhi atau menjawab kebutuhan manusia? Tentu saja tidak.

Itu menandakan bahwa Tuhan mengabulkan doa manusia sesuai dengan kehendak-Nya; bukan menurut keinginan manusia. Kapan? Waktunya sesuai dengan zona waktunya Tuhan.

CKIA, Rabu 22 Maret 2023AlherwantaRenalam 081/23

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.