1 min dibaca
23 Dec
23Dec

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Apa yang menyebabkan orang bisu berbicara? Jawabannya ketaatan. Ah, mosok. Apa hubungannya bisu dan taat?

Ketika mendengar dari malaikat Tuhan bahwa Elisabet, isterinya yang sudah tua akan mengandung, Zakaria tidak percaya. Dia pun jadi bisu (Luk 1: 20). Begitu Zakaria taat kepada Tuhan dengan memberi nama Yohanes kepada anaknya (Luk 1: 13), terbuka ikatan lidahnya, lalu berbicara (Luk 1: 64).

Karena tidak mendengarkan Tuhan, Zakaria menjadi bisu. Begitu menaati Tuhan, dia dapat berbicara.
Bukan hanya berbicara, tetapi bernubuat. Nubuatnya itu berdampak "abadi" dan dinyanyikan setiap pagi dalam "Laudes" atau doa harian Gereja Katolik. Zakaria bernubuat tentang Juru Selamat yang segera akan datang (Luk 1: 68-75). Juga tentang Yohanes, anaknya, yang menjadi perintis jalan bagi-Nya (Luk 1: 76-79).

Kidung nubuat Zakaria ini (Luk 1: 68-79) sangat indah maknanya. Jika belum pernah membaca dan merenungkannya, silakan mencobanya. Luar biasa!

Di sana orang dapat belajar bahwa taat (obedire/obey=mendengarkan) kepada Tuhan membuat orang mengalami peristiwa yang luar biasa. Dari bisu ke berbicara.

Artinya, dapat menyaksikan kebesaran karya Tuhan dan mewartakannya. Apakah aku orang yang sungguh beriman dan taat mendengarkan Tuhan? Apakah yang aku alami dan telah aku wartakan kepada sesama tentang pengalaman imanku?

Sabtu, 24 Desember 2021RP Albertus Magnus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.