Turun-Naik


1 min dibaca
13 May
13May

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Dinamika kehidupan manusia diwarnai dengan gerakan turun dan naik; jasmani dan rohani. Turun itu kerap diperlukan dalam proses naik. Para pelayan publik seperti presiden, menteri dan pejabat lainnya yang suka turun ke bawah melayani rakyat mendapat tempat di hati; dihargai dan dijunjung tinggi.

Meski demikian, jarang orang secara sadar dan ikhlas mengalami turun itu. Orang lebih suka duduk di posisi yang tinggi. Mereka mengartikan turun sebagai kerugian atau kehilangan. Bukankah banyak orang sedih tatkala turun dari jabatannya?

Mengikuti dinamika itu pula penyelamatan atas umat manusia. Hanya ketika Allah turun dari tahta-Nya yang maha tinggi dan menjumpai manusia yang berada dalam lembah dosa dan kematian, keselamatan dapat diwujudkan. 

Dia yang telah turun itu naik kembali dengan membawa orang yang percaya dan diselamatkan-Nya. "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. Bukankah 'Ia telah naik' berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu" (Ef 4: 8-10).

Dia yang telah turun dari surga dan kembali ke sana menghendaki agar semua orang bahagia bersama-Nya. Karena itu, sebelum terangkat ke surga Dia memberi perintah kepada para murid-Nya. "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16: 15). Tujuannya jelas, yakni supaya semua orang percaya dan diselamatkan (Mrk 16: 16).

Dia yang terangkat ke surga itu turun kembali; menyertai mereka yang diutus-Nya (Kis 1: 11). Dia sendiri menegaskannya, "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Aku menyertai kamu sampai akhir zaman" (Mat 28: 19a.20b).

Sang Guru Kehidupan telah turun untuk kembali naik sambil menyelamatkan umat manusia. Dinamika yang sama berlaku untuk setiap manusia yang ingin selamat. Turun dengan mengakui dosa dan kesalahan secara rendah hati di hadapan Tuhan. Setelah dibersihkan, mereka diangkat-Nya ke tempat yang tinggi dan suci.

Kamis, 13 Mei 2021

HR Kenaikan Tuhan Yesus

HR Idul Fitri 1 Syawal 1442 H | RP Albertus Herwanta, O. Carm.

11May
Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.