1 min dibaca
03 Nov
03Nov
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Setiap orang ingin hidup merdeka. Itu lebih daripada keinginan, tetapi hak asasi dan salah satu sifat hakiki. "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa," demikian dikatakan Mukadimah UUD 1945 alinea pertama. Merdeka atau bebas itu erat dengan terlepas.
Betapa menyenangkan terlepas. 

Para mahasiswa berwajah ceria dan berbahagia tatkala diwisuda. Mengapa? Antara lain karena mereka terlepas dari “beban” belajar yang beberapa tahun telah menindihnya. Bukankah untuk sebagian mahasiswa kuliah itu kewajiban yang amat berat? Ketika para pengendara harus berhenti di perempatan lampu merah, tampak sekali hasrat untuk terlepas. Sebelum lampu berubah menjadi hijau sebagian dari mereka sudah tancap gas. Menunggu sering terasa membelenggu.

Perilaku mau terlepas itu tidak jarang justru mengikat. Orang yang ingin selalu lepas-bebas terperangkap dalam penjara kemauannya; menjadi tawanan dari keinginan. Semakin mau bebas, semakin dia terikat. Terikat oleh keinginannya sendiri.

Hanya orang yang melepaskan diri dari penjara keinginannya akan sungguh bebas. Bukankah ingin sukses, kaya, populer, berkuasa, terhormat dan lain-lain telah membuat sebagiab manusia menderita "stress"? Bisa jadi benar ajaran yang mengatakan bahwa sumber penderitaan adalah keinginan.

Sesungguhnya, keinginan itu bukan sesuatu yang jelek, tetapi positif dan berguna. Tanpa keinginan manusia tidak menjadi lebih baik. Yang perlu direfleksikan dan diwaspadai adalah objek dari keinginan. Ketika tujuan akhir keinginan itu keliru, penderitaanlah buah yang dihasilkannya.

"Freedom consists not in doing what we like, but in having the right to do what we ought," kata Santo Yohanes Paulus II. Kebebasan itu bukan berarti melakukan yang kita sukai, tetapi melakukan yang wajib kita perbuat.

Pendeknya, orang dan masyarakat yang hidup bebas sesukanya sendiri bukanlah orang yang sungguh merdeka, karena mengabaikan kewajiban melakukan yang baik dan benar.

Bagaimana selama ini aku memanfaatkan kebebasanku? Bermanfaatkah hasilnya untuk diriku dan sesama?

Salam dan Tuhan berkati.  SOHK, Kamis 3 November 2022AlherwantaRenalam ke-210

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.