RELASI DENGAN DIRI


1 min dibaca
24 Sep
24Sep

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Pagi-pagi, hari Rabu, klien itu memrotes seorang konselor dan ahli psikologi internasional. Ibu muda yang sudah berkali-kali ingin berkonsultasi lagi merasa dibohongi.

Minggu lalu klien itu minta dilayani, konsultasi pada hari Selasa pukul 16.00 sore. Namun sang konselor bilang pada hari dan jam itu dia sudah punya "appointment" dengan seorang klien lain.

Alangkah terkejutnya, ketika pada Selasa jam 16.00 ibu muda itu melihat sang konselor duduk di kursi dekat danau sebelah hutan. Sendirian.

"Anda telah menipu saya," sergah ibu itu. "Bukankah anda bilang pada hari Selasa pukul 16.00 kemarin anda punya janji dengan klien lain? Tetapi saya melihat anda duduk sendiri di pinggir danau itu?"
"Maaf, waktu itu saya sedang menerima klien yang paling sulit saya pahami; diri saya sendiri," jawab sang konselor.

Di tengah kesibukan-Nya, Sang Guru Kehidupan juga pergi ke tempat sunyi; berdoa seorang diri (Luk 9: 18). Dalam kesendirian itu Dia bertemu dengan diri sendiri dan Tuhan. Dalam kesunyian Dia menikmati relasi pribadi. Berdoa.

Orang-orang yang sangat sibuk melayani sesamanya bisa mengalami "burn-out" atau kelelahan. Betapa pentingnya bertemu dengan diri mereka sendiri dan Sang ilahi. Di dalam sunyi dan lubuk hati mereka berjumpa dengan Sang Energi sejati. Dia dapat memulihkannya dari segala kelelahan.

Momen-momen itu memulihkan energi dan motivasi serta memberi inspirasi. Membuat semangat hidup segar kembali.

Siapakah yang di tengah kesibukannya masih meluangkan waktu untuk bertemu dengan dirinya sendiri dan juga dengan Pribadi ilahi dalam doa dan meditasi?

Jumat, 24 September 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

11May
Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.