PERSATUAN SEMPURNA


1 min dibaca
20 May
20May

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Di tengah berkecamuknya konflik politik di pelbagai belahan dunia, makin disadari betapa pentingnya persatuan. Usaha mewujudkan persatuan menghadapi pelbagai tantangan. Jangankan menciptakan persatuan, menghentikan agresi dan menciptakan gencatan senjata saja membutuhkan waktu lama dan melibatkan keputusan politis tokoh-tokoh dunia.

Upaya mewujudkan persatuan dihadang pelbagai kepentingan dan sudut pandang. Mempertahankan sudut pandangnya sendiri berujung pada menyalahkan pihak lain dan membenarkan diri. Tidak pernah ada titik temu. Yang muncul justru konflik lebih parah atau perang yang makin memisahkan. Korbannya, mereka yang tidak ikut dalam konflik.

Persatuan tercipta bukan dalam terpenuhinya kepentingan masing-masing pihak, tetapi berangkat dari kesadaran akan kebutuhan bersama dan sama, yakni kasih. Inilah yang dapat membuat manusia menjadi satu dan hidup bersama secara berdampingan.

Dalam doa bagi murid-murid-Nya, Sang Guru Kehidupan memohon yang satu itu. "Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku" (Yoh 17: 20-21). Kasih yang dimohon itu menjadi sumber persatuan sempurna.

Kasih sejati itu menyatukan sehingga kedua belah pihak berada bersama. "Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan" (Yoh 17: 24). Kasih itu memeluk dan menyatukan, sedangkan kebencian menyerang dan memisahkan. Siapa krasan hidup dalam kebencian?

Lebih dari itu, kasih sejati memberi dan menghasilkan persatuan sempurna "Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka” (Yoh 17: 26). Kasih dan persatuan sejati telah dimohon oleh Sang Guru Kehidupan bagi kebahagiaan manusia. Siapa mau menyambutnya?

Sambil mengupayakan perdamaian dan persatuan di muka bumi, manusia perlu menyadari pentingnya rahmat kasih ilahi. Selama kasih itu masih absen dari tengah kehidupan umat manusia, persatuan sempurna dan damai sejahtera tinggal sebagai utopia.

Kamis, 20 Mei 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

11May
Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.