1 min dibaca
08 Feb
08Feb
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm


Menurut injil hari ini (Markus 7:31-37), Yesus masih berada di luar wilayah Israel, tepatnya di daerah Dekapolis. Orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan gagap serta memohon supaya Dia menyembuhkannya (Markus 7:32).

Ketika menyembuhkan orang itu, Yesus bersabda, "Efata" yang artinya terbukalah (Markus 7: 34). Penyembuhan yang Yesus lakukan membuka mulut dan telinga yang sebelumnya tidak berfungsi atau tertutup.

Apa artinya punya mulut, bila tidak bisa berbicara? Apa gunanya memiliki telinga, kalau orang tidak dapat mendengar? Dua kemampuan itu amat manusia perlukan dalam komunikasi dengan sesamanya.

Yesus tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik seperti memberi makan kepada orang lapar, melainkan juga kebutuhan rohani seperti berbicara dan mendengar. Mendengar dan berbicara berarti memperoleh dan berbagi. Bukankah "take and give" merupakan proses penting dalam kehidupan ini?

Menarik membaca pesan Yesus dan tanggapan orang terhadapnya. "Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya" (Markus 36).

Hal itu menegaskan dua hal. Pertama, bahwa orang mesti memberitakan karya Tuhan kepada siapa pun dan di mana pun. Kedua, untuk itu orang membutuhkan mulut yang berbicara dan telinga yang mendengar.

Yesus telah mengerjakan kedua-duanya. Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita telah menggunakan telinga untuk mendengarkan sabda Yesus? Apakah kita telah memanfaatkan mulut kita untuk mewartakan sabda dan karya-Nya?

Zaman revolusi teknologi informasi dan komunikasi ini tidak hanya membutuhkan alat-alat canggih seperti gawai terbaru dan termahal, melainkan membutuhkan mulut dan telinga yang terbuka untuk mendengar dan berbicara. 

Bukankah kini makin banyak orang sulit melakukan keduanya tatkala berada di tengah keluarga atau bersama sesamanya? Membuka mulut dan telinga merupakan penyembuhan yang relevan sepanjang zaman.
Jumat, 9 Februari 2024Albherwanta

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.