JAWABANNYA BESOK


1 min dibaca
21 Jul
21Jul

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Apakah pembaca renungan ini suka melihat youtube tentang situs-situs kuno seperti Asisi Channel, Indoflashlight, Kisah Tanah Jawa dan sejenisnya? Mereka itu menyajikan harta peradaban Nusantara yang sangat mendalam dan kaya.

Peninggalan itu berupa candi, keraton, "petilasan" atau tempat semedi tokoh-tokoh penting pada masa lalu. Walau sebagian situs itu kurang terurus, peninggalan itu masih lantang berbicara tentang suatu jenis kehidupan bermakna dari para leluhur.

Mengikuti satu per satu youtube-youtube itu membuat pikiran terbuka dan budi tersadar bahwa leluhur kita memang manusia-manusia besar. Mereka bukan hanya kaya akan harta, tetapi lebih-lebih hidup rohani yang tinggi. Yang tertinggal umumnya memang puing, tetapi amat membantu dalam menggali informasi, pengetahuan dan pesan penting. Yang bendawi pergi dan berganti, tetapi yang rohani bersifat abadi.

Salah satunya adalah fakta bahwa di bumi Nusantara telah ditebarkan benih-benih kebaikan, pemikiran agung dan nurani mulia. Itulah yang kemudian menjelma dalam maha karya yang tidak aus berabad-abad lamanya.
Agama Hindu dan Budha yang paling jelas berperan. Keduanya dahulu berjaya dan menanamkan ajaran serta membangun hidup masyarakat yang berperadaban tinggi.

Itu menjadi indikasi bahwa Sang Mahakuasa telah menaburkan benih-benih kebaikan. Sebagian dari benih itu rupanya jatuh di pinggir jalan dan lenyap dimakan burung-burung. Tak berbekas. Yang lain jatuh di tanah yang berbatu, maka tidak tumbuh; apalagi menghasilkan buah bermutu. Ada pula yang jatuh di tengah semak berduri yang menghimpitnya hingga mati.
Hanya sedikit yang jatuh di tanah yang subur dan berbuah berlipat-lipat dalam budaya hidup yang luhur dan 

berabad-abad tidak luntur. Di manakah sekarang peradaban itu? Apakah kehidupan berbudi pekerti itu masih terlihat saat ini? Jika tidak, mengapa hal itu terjadi? Karena renungan ini sudah cukup panjang, jawabannya besok.

Rabu, 21 Juli 2021| RP Albertus Herwanta, O.Carm.

11May
Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.