1 min dibaca
20 Jul
20Jul

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Tali persaudaraan paling kuat biasanya dibangun dalam keluarga; antara saudara kandung. Para orangtua menanamkan rasa itu di antara anak-anaknya saat mereka masih kecil, sehingga ketika dewasa mereka tetap memiliki relasi, saling mencintai dan peduli.

Persaudaraan bisa lahir dari pertemanan dan dunia pekerjaan. Namanya persahabatan (friendship). Ikatan persaudaraan ini ada yang kuatnya melampaui relasi keluarga. Daud dan Jonatan, contohnya. Jonatan yang bukan saudara kandung Daud berkorban bagi keselamatan sahabatnya, karena kasih persaudaraan.

Tuhan menciptakan hubungan persaudaraan yang lebih kuat dan dalam. Semangat dan pengikatnya adalah mendengarkan kehendak Allah dan melaksanakannya. Itulah yang disampaikan oleh Sang Guru Kehidupan tatkala orang berkata bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya ingin menemui-Nya (Mat 12: 47). Sambil menunjuk murid-murid-Nya Dia menyatakan, "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku" (Mat 12: 49-50).

Dengan ini Sang Guru membawa kembali ikatan persaudaraan ke akarnya yang sejati. Dia tidak mengabaikan tali persaudaraan berdasar hubungan darah dan persahabatan, melainkan menyempurnakannya. Bahwa semua hubungan persaudaraan menjadi sempurna bila dibangun dengan ajaran-Nya itu.

Hal itu amat benar, karena kehendak Allah yang utama hanya satu, yakni mengasihi Allah di atas segalanya dan itu diwujudkan dalam kasih kepada sesama. Bukankah semua persaudaraan sejati mengalir dari kasih? Adakah persahabatan yang langgeng jika tidak dibangun di atas kasih?

Hubungan persaudaraan itu sangat diperlukan terutama di masa-masa sulit. Di sanalah para saudara sejati dikenali. Orang-orang yang bukan saudara kandung ikhlas berkorban demi kesembuhan mereka yang sakit. Mereka berbagi harta, waktu dan tenaga bagi sesamanya.

Semua itu lebih daripada sekedar solidaritas dan karitas, tetapi ungkapan kasih sejati yang bersifat universal lintas suku, agama, etnis dan orientasi politik. Berbahagialah bangsa yang di tengah kesulitannya menampakkan hubungan saudara.

Selasa, 20 Juli 2021 | RP Albertus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.