1 min dibaca
01 Aug
01Aug

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Hidup mesti punya tujuan. Dengan memiliki tujuan yang jelas orang menjalani hidup secara lebih mantap. Semangat tak pernah redup bagi mereka yang sudah pasti memiliki tujuan hidup.

Dilihat dari tujuan hidupnya manusia bisa dibedakan dalam dua kelompok. Pertama, mereka yang tujuannya supaya tidak mati. Kedua, orang yang ingin supaya tetap hidup. Apa bedanya? Kan sama yang pertama dengan yang kedua? Mari dicermati.

Kelompok pertama mengisi hidupnya untuk mempertahankan hidupnya semata. Dia bekerja supaya bisa makan dan minum; tidak mati. Dia memelihara kesehatan agar tidak cepat mati. Singkatnya, hidupnya diwarnai dengan usaha menghindari atau menjauhkan kematian.

Usaha itu hanya berhasil sebagian. Bahkan mungkin sangat kecil, karena akhirnya dia mati juga. Hidup untuk menghindari kematian sungguh berat; nyaris tanpa makna.

Kelompok kedua menjalani hidup supaya tetap hidup. Semua dikerjakan supaya dia tetap hidup. Bukan hanya di dunia ini, tetapi untuk hidup abadi. Dia tidak takut mati, karena kematian hanyalah proses pindah dari hidup di dunia ke hidup di alam berikutnya.

Sang Guru Kehidupan bersabda, "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu" (Yoh 6: 27). Makanan yang pertama dicari mereka yang hidup untuk menghindari mati. Makanan itu tidak dapat menghindarkan manusia dari mati. Makanan kedua untuk mereka yang ingin tetap hidup. Diberikan oleh utusan Tuhan yang datang memberikan kehidupan abadi. Dia sudah mengalahkan kematian dan sanggup membangkitkan orang mati.

Kelompok pertama berusaha sendiri sekuat tenaga untuk menghindari mati. Hasilnya sudah jelas. Sedangkan kelompok kedua dengan iman mengandalkan Tuhan. Selama ini, apa tujuan hidup saya?

Minggu, 1 Agustus 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.