1 min dibaca
23 Jun
23Jun

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Tuhan Allah bersabda kepada Abram. Dia berjanji akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Namum Abram ragu akan janji itu, karena hingga usia lanjut dia tidak memiliki anak dari Sara, isterinya sendiri.

Lalu Tuhan Allah membuat perjanjian dengan Abram. Janji itu dipenuhi, karena Tuhan Allah itu setia dan benar. Selamanya dia ingat akan janji-Nya (Mzm 105: 8a). Abram kemudian menjadi leluhur dari bangsa yang besar.

Sang Guru Kehidupan bersabda supaya orang waspada terhadap serigala berbulu domba. Dia bersabda, "Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka" (Mat 7: 18-20). Apa hubungan sabda Sang Guru dengan janji Tuhan kepada Abram? Yang berikut ini bisa menjadi alternatif jawaban.

Pertama, Tuhan (sumber kebaikan dan kebenaran) mendatangkan segala yang baik dan benar. Tidak pernah ingkar. Sedangkan setan, asal-usul segala kepalsuan dan keburukan hanya bisa menyebarkan yang buruk dan jahat. Suka menjilat omongannya sendiri; tidak konsisten.

Kedua, orang yang hidupnya mengalir dari kesatuan dengan Tuhan membuahkan kesetiaan dan kebaikan. Meski di luarnya tampak kasar, namun dari hatinya yang baik, benar dan tulus mengalir segala kebaikan. Sebaliknya, orang jahat. Meski mengenakan bulu domba akhirnya ketahuan pula aslinya. Tutur katanya mungkin lembut, tetapi karena perilakunya kejam dan penuh tipu muslihat, buahnya mewujud dalam yang jahat.

Pohon itu bisa melambangkan pribadi; bisa pula agama. Pribadi yang baik senatiasa menghasilkan kebaikan; dan sebaliknya. Agama yang baik bungkusnya tetapi di dipenuhi keburukan dan kemunafikan akan mendatangkan perpecahan dan rasa tidak aman. Dari buahnya tampak kualitas isi sejatinya.

Budaya modern yang sering mengutamakan "casing" (bungkus) bisa mengecewakan. Penampilan memang penting. Alangkah baiknya didukung oleh isi yang bermutu, baik dan benar. Itu tantangan besar. Itu dapat terwujud tatkala manusia memiliki relasi pribadi yang kuat dengan sang sumber kebaikan, kebenaran dan kesetiaan, yakni Tuhan. Dari Dialah datang semua buah yang baik.

Rabu, 23 Juni 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.