1 min dibaca
07 Sep
07Sep

Suara Keheningan I RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Keluarga besar Antonius Suryokusumo sudah sebulan lebih heboh. Gara-garanya, rencana lamaran atas puteri semata wayangnya yang segera tiba. Keluarga ini bak pecah jadi dua, antara yang setuju dan menolak sang puteri dilamar pria yang menurut rumor namanya kurang baik.
Kehebohan itu makin rumit, karena sudah dua minggu Pak Suryo tidak pulang ke rumah. Di mana pun dicari, belum ada yang berhasil melacak keberadaannya. Hari lamaran tinggal dua minggu lagi.
Seminggu sebelum saat lamaran tiba pak Suryo kembali ke rumah. Dia sangat berubah. Amat sedikit berbicara. Tetapi kata-katanya sangat bijak. Semua heran. Apa yang telah terjadi atas dirinya?
Ternyata, selama ini dia pergi menyepi, menenangkan diri dalam doa agar dapat mengambil keputusan yang tepat atas puterinya di tengah situasi yang tegang itu. Keputusannya bulat dan mantap. Dia tidak terpengaruh oleh rumor dan perpecahan dalam keluarganya.

Keputusan itu dibuat berdasarkan jawaban dari Tuhan yang didengarkan selama menyepi. Dia bertanya kepada Tuhan.
Dalam saat-saat kritis orang membutuhkan pikiran yang jernih dan hati yang tenang. Perlu mendengarkan suara nurani terdalam, karena di sana Tuhan, Sang Kebijaksanaan hadir.

Di tengah begitu banyak kesibukan dan pekerjaan yang sering menyita banyak waktu dan tenaga, pernahkah orang menyepi dan berdoa untuk mendengarkan bimbingan ilahi? Apakah orang menjiwai hidupnya dengan doa pribadi dan perjumpaan dengan Tuhan? Masih sempatkah orang mendengarkan bimbingan Tuhan lewat mendengarkan sabda-Nya dalam Kitab Suci?
Sementara banyak orang mengandalkan konsultan manusiawi, apakah kaum beriman juga tetap mengandalkan dan bertanya kepada Tuhan?

Selasa, 7 September 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.