1 min dibaca
01 Aug
01Aug

Suara Keheningan | Yancen Wullo

Selalu ada pesan dibalik rangkaian kata. Namun demikian kata tak sanggup mengungkapkan segalanya. Pesan kata bisa tertulis dan dibaca. Jika tidak maka kata bisa terekam dalam suara yang didengar. Belum cukup rasanya jika pesan kata belum terungkap dalam gambar yang dapat dilihat.

Betapa pentingnya arti sebuah pesan. Ia mesti terungkap supaya bisa dilihat, dibaca, didengar dan dimengerti. Komunikasi kata melibatkan  mata, telinga dan hati. Semua ini bertujuan agar kata selalu tepat dirasa, enak didengar dan bermakna dalam penghayatannya.

“Kertas bunga” salah satu media trent  tahun 1990 an. Kertas bergambar bunga dan harum baunya. Inilah media merangkai kata-kata untuk korespondensi generasi muda saat itu. Lukisan-kata dengan huruf indah, menambah arti sebuah rasa yang terungkap.  

Berjuang agar kata yang tertulis tak boleh salah karena sulit untuk menghapusnya. Maka sebelum memasukkan kata ke dalam kertas bunga, harus ada buraman. Perjuangan tidak mengotori kertas bunga sebesar perjuangan mempertahankan rasa agar tidak tercemar karena kata.  Karena Jika salah menulis, susah dihapus. Jika terpaksa dihapus karena terlanjur, maka akan kotor dan mengurangi nilai keindahan rasa.

Pesan hati dalam kata bisa hilang rasa dalam keindahan yang ternoda oleh tinta. Pesan terhapus meninggalkan noda. Pesan itu mengganggu mata dan mengurangi rasa. Maka jika pesan terus dilihat dan dibaca, berpikirlah sebelum menulis dan libatkan rasamu dalam  mengukir katamu.

Fenomena “Pesan ini telah dihapus” telah terbaca pada layar komunikasi kita. Beberapa pesan masuk di Handphone, belum sempat dibaca, tiba-tiba dihapus. Pesan dalam kata, maupun dalam bentuk suara dan gambar/foto begitu cepat dihapus. Yang tertinggal bukan lagi isi pesan itu melainkan sebuah keterangan bahwa pesan itu telah dihapus. Pengirim pesan telah menghapusnya. 

Beberapa dari kita membuat penafsiran. Pesan yang dihapus terjadi karena alasan kesalahan dalam pengetikkan. Ada juga yang berpendapat bahwa terjadi demikian karena salah sasaran, bukan kepada orang yang dimaksud. Kata-katanya kurang sopan, atau karena  menunggu lama tidak dibaca dan dibalas. Bisa jadi tak ingin pesan itu mengganggu pikiran pembaca dan berbagai alasan lainnya. Suatu kenyataan yang terjadi bahwa pesan itu telah dihapus. 

Pesan yang dihapus telah mengganggu rasa dan mengundang tanya. Rasa untuk mencari tahu dan tanya menanti jawaban. 

Hubungan relasi baik bisa berakhir dengan kalimat “Pesan ini telah dihapus”. Terjadi salah pengertian, rasa nyaman akhirnya hilang karena kata-kata ini mengundang rasa curiga. Mencari tahu alasan, mempersalahkan sang pengirim pesan dan berpikir buruk bisa saja terjadi.  Hanya karena “pesan ini telah dihapus”, relasi bisa terhapus, perasaan bisa hilang, dan persahabatan bisa renggang.

Namun tidak demikian adanya. Fenomena ini selalu mengundang tanya, tapi sedikit orang memaknainya sebagai cara untuk mengenal sang pemberi pesan. Pesan dihapus, namun rasa tak pernah terhapuskan karena memberi kepercayaan untuk melihat makna positif di belakang keindahan kata “Pesan ini telah dihapus”.

Kata akan dihapus jika akhirnya kata tak mengubah hidupmu. Demikian rasamu pada saatnya akan berkurang dan hilang jika tak bisa mengubah orang lain dengan pemikiranmu.Janganlah persahabatanmu hilang karena kata tetapi peliharalah rasamu karena kepercayaan. Dengan demikian sekalipun kata itu dihapus, nilai kekeluargaan dan persahabatan tetap terpatri dalam lubuk hatimu.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.