Melukis Rasa pada Kata


2 min dibaca
03 Jul
03Jul

Suara Keheningan l Yancen Wullo 

Majalah dinding sebagai salah satu media komunikasi yang amat sederhana. Selain itu sebagai sebuah media untuk melatih para penulis awal untuk mengungkapkan rasanya pada kata. Sifatnya terbatas pada lingkup tertentu dan tidak semua orang bisa membacanya jika tak memiliki minat.

Tak banyak orang berminat untuk menulis, demikian juga membacanya. Namun dalam kenyataan, banyak orang suka membaca tulisan ketimbang menulis atau merangkai katanya sendiri dalam sebuah tulisan. Sarana komunikasi ini memikat mata, menggugah hati dalam berekspresi serta mengungkap rasa dengan tepat.

Rasa terungkap dalam kata. Kekuatan tulisan itu adalah menata kata. Dan kata itu adalah rasa yang terungkap. Maka setiap ungkapan kata menunjukkan rasa  kita sesungguhnya. Kata adalah identitas dan jati diri manusia. Ia adalah kekuatan yang tak pernah hilang maknanya.  Jika engkau berkata-kata, jati dirimu terungkap.

Belajar untuk mengungkap rasa dalam kata adalah belajar  tentang hidup. Kesulitan terbesar adalah tak semua orang bisa mengungkap rasa dalam kata dan tulisan. Ini bukan berarti tak mampu, melainkan proses belajar mengungkap rasa adalah cara tepat menjadikan manusia mengenal dirinya.

Cara mengungkap rasa dalam tulisan bukan hal mudah. Mencoba untuk memulai dengan cara yang sederhana. Dalam komunitas kecilku, ada begitu banyak orang muda berpotensi. Dalam ungkapan sederhana, terungkap banyak ide, dan kreativitas yang mesti diarahkan.

Dengan satu papan sederhana, kami memulai menulis apa saja entah itu ceritera bermakna, pengalaman sederhana harian, puisi dan refleksi. Ini cara kami memulai. Terkesan lucu, aneh, berantakkan, kurang logis namun unik. Ada potensi, ada kemauan, maka kami belajar menata kata dan rasa dalam keindahan tulisan. Mading komunitasku sebagai media awal membangkitkan minat serta kepercayaan diri  bahwa ada kemampuan yang harus diungkapkan. 

Ketika yang terungkap itu lahir dalam kata yang terpampang sederhana pada dinding komunitasku, menarik anggota komunitas lainnya untuk “singgah sebentar”. Mungkin hanya melihat dan tak membacanya, hana tidak sedikitpun mengurangi minat untuk menulisnya. 

Jika ada yang berhenti pada MADING kami, rasa kepercayaan semakin tinggi untuk terus berjuang menulis. Ini cara kami membangun kepercayaan diri satu sama lain dengan cara yang amat sederhana. Sekalipun lingkup kami kecil dan terbatas namun kami yakin langkah ini menuju kepada masa depan penuh harapan pasti. Di sini tumbuh rasa kepercayaan bahwa sesungguhnya kami memiliki  kemampuan yang bisa diandalkan. 

Tidak semua orang bisa menulis, bukan berarti tidak ingin berlatih untuk memulainya. Menulis apa saja, ungkapkan itu dalam kata. Mengungkapkan ide, pengalaman rohani serta ekspresi rasa tidak bisa dinikmati dalam kesendirian. Ia mesti terungkap dalam kata pada tulisan sekalipun tidak menarik bagi banyak orang. Mungkin ini cara sederhana namun kami nyakin untuk terus mengembangkan diri demi masa depan yang lebih baik. 

Warna-warni hidup adalah seni, lucunya sebuah tulisan, nyambung tidaknya kalimat, logis ataupun tidaknya adalah bagian dari cara memulai. Ini sebuah keindahan dari hidup bersama. Pengalaman dan waktu berjalan seiring untuk memperkaya hidup kami. Pengalaman belajar dalam proses waktu membuat kami matang dalam cara untuk menilai diri dan berkembang dalam hidup.

Jika tak mampu digapai dalam kesempurnaan kata dan tulisan maka waktu akan membuat kami berhenti sejenak, dan pengalaman mengajari untuk terus belajar untuk menjadi lebih bijak.  Terkadang waktu ini membuat “jeda” untuk melihat diri sekaligus menatap masa depan yang penuh pengharapan.

Ini cara kami berekspresi. Mulai dari kesederhanaan serta minimnya kata dan pengalaman. Jauh dari kesempurnaan, bukan menjadi  penghalang jika ada rindu untuk memulainya. Kami ingin mencapai titik tujuan, namun kami harus memutuskan untuk memulai pada langkah pertama. Langkah yang kadang belum pasti namun menyakinkan kami untuk mencobanya. Mencoba, itu menyakinkan kami untuk maju.

Berhenti sejenak di tempat MADING komunitas adalah cara kami menghargai kata dan rasa yang sudah terungkap. Menatap deretan kata-kata penuh makna adalah cara kami menatap diri dan sahabat komunitas. Membaca tulisan adalah cara kami membaca hidup sesungguhnya. Suara kami ini terus terucap walau tak bergema. Rasa ini tak akan pernah hilang jika  ada kata yang selalu bermakna.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.