4 min dibaca
05 Apr
05Apr
Suara Keheningan | RP. Inosensius Ino, O.Carm

Artikel ini pernah dimuat di sini: Kamis Putih, Makna Ritus dan Catatan Katekismus Halaman all - Kompasiana.com 

Perjalanan spiritual Yesus belum berakhir dengan memasuki kota Yerusalem, yang telah dirayakan oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia pada Minggu yang lalu. Kegembiraan dan penderitaan yang menjadi sorotan pada perayaan hari Minggu Palma mulai menimbulkan tanya, apa yang penting dalam perayaan Kamis Putih?

Ya, setelah umat Kristiani beralih dari perayaan Minggu Palma pada minggu yang lalu, 2 April, sekarang tibalah saatnya bagi mereka untuk merayakan hari Kamis Putih di tahun 2023. 

Kamis Putih dalam Tradisi Katolik

Kamis Putih adalah hari penting dalam tradisi Katolik, menandai awal dari apa yang dikenal sebagai Triduum Paskah (tiga hari doa intensif).

Gereja mengenal ungkapan lain dari Kamis Putih yaitu Perjamuan Terakhir. Pada hari ini gereja memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus dengan para rasul-Nya sebelum penangkapan dan penyaliban-Nya pada hari Jumat Agung.

Selama perayaan sakramen pada hari Kamis Putih itu, Yesus menguduskan roti dan anggur dan meminta murid-murid-Nya untuk melakukan perjamuan yang sama untuk mengenang Dia.

Bacaan liturgi pada hari ini bahkan menghubungkan kembali momen Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus dalam Perjanjian Baru dengan konteks pesta penggembalaan kuno (uraltes Hirten Fest).

Kamis Putih di Israel

Di Israel Kamis Putih dirayakan bersamaan dengan Hari Raya Roti Tidak Beragi untuk memperingati Keluaran dari Mesir.Bahkan bagi setiap generasi, peristiwa pembebasan dari perbudakan di Mesir dihadirkan kembali ketika domba yang dikorbankan dimakan.

Hal itu dilakukan setiap tahun untuk tiga tujuan ini: pertama, mengingat tindakan keselamatan Tuhan pada awalnya, kedua, mengenang harapan akan peristiwa keselamatan yang lebih besar dan ketiga, untuk menerima kekuatan baru yang tanpa akhir.

Dasar biblis Perayaan Kamis Putih

Perjamuan Terakhir Yesus dilaporkan di empat tempat dalam Perjanjian Baru: Mat 26, 26-28; Markus 14:22-24; Lukas 22:19-20; Yohanes 13:1-38; 1 Kor 11:23-25. Laporan tersebut pada dasarnya sama; perbedaan kecil telah berkembang terutama melalui praktik liturgi lokal yang berbeda.Dalam perjamuan ini Yesus menggenapi teladan dan janji-janji besar dari perjanjian pertama. 

Dia memberikan perjamuan Paskah makna dan isi yang baru dan pasti. Ia sendiri adalah hamba Allah yang menyerahkan nyawanya untuk pendamaian bagi banyak orang (bdk. Yes 53:45; 42:6).Dia adalah Anak Domba yang dikorbankan dan dengan darah-Nya menetapkan Perjanjian Baru (bdk. Kel 24:8; Yer 31:31-34).

Partisipasi dalam perjamuan ini berarti persekutuan dengan Kristus dalam kematian dan pemuliaan-Nya, persekutuan juga dengan semua yang makan roti ini dan dengan semua yang untuknya Kristus telah mati.

Tafsiran Biblis tentang Kamis Putih

Penginjil menafsirkan jalan Yesus sebagai jalan cinta "sampai akhir".Yang dimaksudkan dengan "sampai akhir" dalam konteks perjalanan hidup Yesus tidak lain adalah sampai batas kemampuan ilahi dan manusiawi-Nya.

Bahkan dalam penghinaan terdalam terhadap Yesus sendiri, sebenarnya mau mengungkapkan kebesaran ilahi-Nya.Seperti Perjamuan Tuhan atau yang dikenal dengan perayaan Kamis Putih atau Gründonnerstag (di Jerman), ritus pembasuhan kaki mengantisipasi dan mewakili apa yang terjadi di kayu salib: identifikasi diri Yesus sebagai pelayan cinta, pengabdian sampai mati. Kasih adalah hukum kehidupan Kristus dan gereja-Nya.

Liturgi Kamis Putih dan Ritus Pembasuhan Kaki

Liturgi Kamis Putih juga memperingati pembasuhan kaki, di mana Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya untuk menunjukkan kepada mereka bahwa yang terbesar di antara mereka adalah pelayan bagi semua. Umat Katolik yang setia dipanggil untuk merenungkan penderitaan dan kematian Yesus Kristus pada hari ini dan mempersiapkan perayaan Paskah dengan fokus menjadi pelayan.

Pembasuhan kaki dalam liturgi Kamis Putih adalah tindakan simbolis untuk memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya.Dalam kisah alkitabiah ini, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kebesaran ada dalam pelayanan dan bahwa kita semua harus saling melayani.

Tradisi Gereja Katolik

Peristiwa ini disebut dalam tradisi Gereja sebagai "Mandatum" atau "Perintah Kasih". Jadi perayaan Kamis Putih itu juga memberikan dasar tentang betapa pentingnya kerendahan hati dan amal kasih dalam kehidupan kita setiap hari.Dalam iman Kristen, Kamis Putih adalah simbol perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya sebelum penyaliban-Nya.

Selama perayaan pada hari ini, Ekaristi dan Ruang Maha Kudus, tempat ditahtakan Sakramen Ekaristi selalu diberikan perhatian istimewa dan khususnya setelah perayaan liturgi itu telah berakhir.

Bahkan di banyak gereja orang menyebutnya adorasi penyembahan Sakramen Maha Kudus (Anbetung) dilangsungkan sepanjang malam secara bergantian.Di Jerman sendiri, kesempatan itu hanya dilakukan selama satu jam secara bersama-sama, selanjutnya setiap orang diberikan kebebasan untuk mengunjungi secara pribadi.

Kamis Putih dan Institusi Ekaristi

Perayaan Malam Perjamuan Terakhir dikenal dan diakui sebagai perayaan yang memperingati institusi Yesus tentang Ekaristi. 

Pada Perjamuan Tuhan dirayakan setiap tahun untuk maksud supaya terus mengingatkan orang percaya akan pentingnya pengorbanan Yesus dan rasa kebersamaan, persaudaraan dan pelayanan dalam komunitas.

Selama perjamuan Malam Terakhir, Yesus memecahkan roti dan membagikannya kepada murid-murid-Nya, dan Dia juga memberi mereka anggur, yang Dia sebut sebagai darah-Nya. 

Hal ini sering disebut sebagai "Perjamuan Terakhir" dan merupakan bagian penting dari perayaan Kamis Putih di banyak gereja Kristen.

Catatan Katekismus Gereja Katolik (KGK) tentang Kamis Putih

KGK adalah buku teks resmi Gereja Katolik Roma, yang menjelaskan ajaran Katolik tentang berbagai masalah iman dan moral.Apa sih ringkasan dalam KGK tentang Kamis Putih dan ritus-ritus terkait di dalamnya?

Katekismus Gereja Katolik 1347:      "Bukankah ini sesuai dengan acara perjamuan paska, yang dilakukan Yesus yang telah bangkit dengan murid-murid-Nya ? Sementara mereka berjalan-jalan, Ia menjelaskan Kitab Suci kepada mereka lalu duduk makan dengan mereka. "Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka" (Luk 24:30) Bdk. Luk 24:13-35."

Kamis Putih adalah hari sebelum Jumat Agung dan merupakan bagian dari Pekan Suci, seminggu sebelum Paskah, ketika umat Kristiani di seluruh dunia memperingati penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. 

Berikut beberapa informasi dari Katekismus Gereja Katolik tentang Kamis Putih:

Kamis Putih (KGK 1322-1419): Kamis Putih memperingati perjamuan terakhir yang Yesus rayakan bersama murid-muridnya sebelum dia menderita dan mati. 

Selama jamuan makan inilah Yesus menetapkan sakramen Ekaristi, di mana roti dan anggur menjadi tubuh dan darah-Nya.

Sakramen Ekaristi (KGK 1324): Katekismus menekankan pentingnya Ekaristi sebagai "sumber dan puncak kehidupan Kristiani". Itu mengajarkan bahwa Yesus Kristus benar-benar hadir dalam Ekaristi dan bahwa Ekaristi adalah pusat ibadat Katolik.

Imamat (KGK 1536-1600): Kamis Putih juga menekankan pentingnya imamat, karena pada Perjamuan Terakhir-Nya Yesus memberikan teladan pelayanan bagi murid-murid-Nya dengan membasuh kaki mereka.

Katekismus menekankan bahwa dalam Gereja Katolik imamat memiliki peran khusus dalam perayaan Ekaristi dan penyelenggaraan sakramen-sakramen lainnya.

Tabernakel (KGK 1379): Setelah perayaan Misa pada Kamis Putih, hosti yang telah dikonsekrasi biasanya disimpan di tabernakel, yang berfungsi sebagai tempat adorasi dan penghormatan Yesus dalam Ekaristi.

Katekismus menekankan pentingnya adorasi Sakramen Mahakudus dan devosi Ekaristi sebagai ungkapan iman akan kehadiran tubuh Yesus dalam Ekaristi.

Pembasuhan Kaki (KGK 1337): Di beberapa komunitas Katolik, upacara pembasuhan kaki juga dirayakan pada Kamis Putih, di mana imam atau uskup membasuh kaki umat beriman untuk mengenang teladan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. 

Tindakan pembasuhan kaki ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik yang dipandang sebagai tindakan kerendahan hati, pelayanan dan amal kasih.Penting untuk dicatat bahwa praktik dan ritus Kamis Putih di Gereja Katolik dapat berbeda menurut keuskupan, paroki, atau komunitas. 

Meskipun demikian, gereja tetap menaruh harapan bahwa umat Kristiani perlu mengetahui beberapa informasi penting terkait perayaan Kamis Putih, sehingga membantunya untuk semakin mengerti dan masuk ke ranah imannya.Salam berbagi, ino, 5.04.2023.  

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.