1 min dibaca
17 Oct
17Oct

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Pemilihan presiden masih baru akan dilaksanakan pada tahun 2024. Karena kursi presiden itu sangat menarik, jauh-jauh hari orang sudah pada asyik bicara tentang calon presiden dan wakilnya.

Mengapa kursi presiden itu menarik? Di samping memberikan status yang prestisius, kekuasaan presiden amat besar. Berkuasa itu enak. Tentunya karena pelbagai fasilitas yang menyertainya.

Yang ingin mendudukinya mesti berebut dan bersaing. Harus punya banyak pendukung dan tulus untuk memenangkan pertarungan.

Masih sedikit yang ingin merebut jabatan itu untuk melayani rakyat, bangsa dan negara. Bebas dari pamrih pribadi atau golongan.

Murid-murid Sang Guru Kehidupan pun manusia normal. Mereka memiliki ambisi pribadi. Begitu ada kesempatan untuk mendapatkannya, mereka berebut juga. Yohanes dan Yakobus ingin duduk di sebelah kiri dan kanan Sang Guru kelak di Kerajaan Surga. Ambisi tingkat dewa!

Sang Guru menanggapi ambisi mereka dan bersabda, "Kalian tahu bahwa pemimpin-pemimpin bangsa yang tidak mengenal Allah menindas rakyatnya. Dan pembesar-pembesar mereka menekan mereka. Tetapi kalian tidak boleh begitu! Sebaliknya, orang yang mau menjadi besar di antara kalian, ia harus menjadi pelayanmu" (Luk 10: 42-43).

Inilah ajaran tentang kepemimpinan sejati: pemimpin itu pelayan. Semakin bersedia melayani dan berkorban, semakin dia berkenan di hati mereka yang dipimpinnya.

Sulit sekali menjadi pemimpin yang demikian. Sepanjang 76 tahun sejarah Indonesia, mungkin baru satu pemimpin demikian yang dimiliki bangsa ini. Dia memeluk semangat dan tantangan bagi pemimpin sejati, yakni melayani.

Minggu, 17 Oktober 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.