1 min dibaca
25 Dec
25Dec

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Tokoh-tokoh penting ditulis dalam sejarah. Orang mencoba mengenal asal-usul dan peranan mereka dalam hidup ini. Demikian pula tentang Yesus Kristus yang dirayakan kelahiran-Nya pada waktu natal.

Injil sinoptik (Matius, Markus dan Lukas) menyajikan kisah kelahiran-Nya dari sudut manusiawi. Bagaimana dan di mana dilahirkan (bdk Injil Matius dan Lukas). Tetapi Yohanes memperkenalkan Dia secara berbeda.

Yohanes masuk jauh ke dalam "eksistensi-Nya" yang abadi. Yesus Kristus itu Firman yang ada sejak semula (Yoh 1:1). Dia ada sebelum dunia dijadikan, karena segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang dijadikan (Yoh 1:2).

Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita (Yoh 1: 14). Inilah cara Yohanes menyajikan kelahiran Yesus. Dia itu Firman Allah yang mewujud dalam daging; inkarnasi.

Dalam Dia ada hidup dan terang manusia (Yoh 1: 4). Kegelapan tidak menguasainya (Yoh 1: 5). Barangsiapa percaya kepada-Nya hidup dalam terang.

Dia telah datang ke tengah dunia dan berada di dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya (Yoh 1: 10). Yohanes mau menegaskan bahwa banyak orang menolak Dia dan tidak mau percaya kepada-Nya.

Berdasarkan Injil Yohanes orang dapat mengetahui siapakah Yesus. Dia itu bukan pendiri agama yang meninggal dan hilang dari dunia. Dia ada sebelum segala abad dan tidak berkesudahan. Dia itu alfa dan omega; awal dan akhir itu sendiri (Why 1: 8; 21:6 dan 22: 13).

Percaya kepada Yesus itu lebih dari percaya kepada seorang tokoh sejarah, tetapi percaya kepada Allah yang menyejarah. Dia berada di atas sejarah dan tetap abadi ketika sejarah musnah. Dialah Firman dan Terang dari Allah.

Sabtu, 25 Desember 2021SELAMAT HARI NATAL, KELAHIRAN TUHANRP Albertus Magnus Herwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.