1 min dibaca
06 Feb
06Feb
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Utang-piutang telah berabad-abad menjadi pilar ekonomi masyarakat. Kehidupan ekonomi nyaris macet tanpa utang-piutang. Itu sebabnya, hampir semua lembaga yang menawarkan pinjaman cenderung laris.

Baca ini: 3 Model Pendekatan Ini Ampuh Meningkatkan Minat Baca Masyarakat, Anak Didik, dan Para Guru Halaman all - Kompasiana.com 

Lembaga utang-piutang yang bernama bank berkembang pesat pada abad pertengahan di Italia. Kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Bank tertua dari abad pertengahan yang kini masih beroperasi adalah Banca Monte dei Paschi di Siena (Bank Monte dari keluarga Paschi dari Siena). Terletak di kota Siena, Italia; dekat dengan rumah Santa Katarina dari Siena.

Berkat layanan dan bantuan bank, banyak orang yang tidak punya modal usaha bisa sukses berbisnis dengan memanfaatkan pinjaman dari bank. Namun, tidak sedikit pula orang yang "stress" oleh karena tidak mampu mengembalilan hutang bank. Secara ekonomi dan psikologis mereka tekor ketika dikejar-kejar "debt collector."

Baca ini:  Hadiah Pernikahan di Tengah Relung Krisis Respek Halaman all - Kompasiana.com 

Bagi orang yang belum punya cukup uang untuk mengembalikan hutang, jatuh tempo bisa terasa seperti neraka. Bukan hanya takut didatangi "debt collector," tapi dikejar bunga dan jumlah utang yang terus bertambah.

Masuk akal, orang berusaha lari dari saat-saat jatuh tempo dan menghindari orang-orang yang dipercaya menagih hutang. Kedatangan mereka bagaikan hantu dan ancaman.
Hutang tidak selalu berbentuk uang. Bisa saja orang berhutang barang berharga seperti emas, rumah, atau mobil. Bahkan berhutang budi atau waktu.

Aku mengalaminya. Normalnya, dalam sehari semalam (24 jam), orang tidur delapan jam. Tetapi aku selalu tidur kurang dari delapan jam. Tidur siang hanya setengah jam atau beberapa menit. Malam pergi tidur pukul dua belas. Pagi hari berikutnya pukul 04.30 atau 05.00 sudah bangun.

Aku berhutang waktu kurang lebih tiga jam tiap hari. Sekali dua hari, okelah. Kalau tiap hari, utangnya makin menumpuk dan tubuh ini menagih. Waktu ditagih, rasanya nikmat. Karena berarti aku tidur lebih lama dari pada biasanya; seperti semalam dan bangun terlambat. Renungan sudah ditunggu para penikmat.

Salam dan Tuhan memberkati.
SOHK, Minggu 5 Februari 2023AlherwantaRenalam 036/23

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.