1 min dibaca
11 Mar
11Mar
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Ada yang mengatakan bahwa Allah itu tidak adil. Itu bisa dibaca, misalnya, dalam kitab nabi Yehezkiel. Apa yang tertulis di sana?

Bila ada orang jahat yang bertobat, dia akan selamat, karena pertobatannya menghapus semua dosanya (Yeh 18: 21). Sebaliknya, jika ada orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kejahatan, dia akan mati dalam kejahatannya (Yeh 18: 24). 

Demikian Tuhan bersabda. Itulah yang dipandang tidak adil. Mengapa kebaikan orang sebelum berbalik menjadi jahat tak diperhitungkan?

Firman Tuhan itu benar. Manusia akan diselamatkan berkat hidupnya yang baik dan benar. Karena itu, Tuhan menyerukan agar orang bertobat dari dosa-dosanya.

Kapan manusia mesti bertobat? Sepanjang hidupnya. Bukankah manusia berulang kali jatuh ke dalam kesalahan dan dosa? Hidup ini adalah kesempatan untuk terus bertobat.

Sang Guru Kehidupan bersabda, "Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu." (Mat 5: 23-24).

Berdamai dengan sesama perlu dilakukan sebelum menghadap Tuhan. Menghadap Tuhan bisa berarti beribadah dan membawa persembahan kepada Allah. Bisa pula berarti mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan.

Bukankah persembahan sejati kepada Tuhan adalah hati yang bertobat, bersih; berdamai dengan Tuhan dan sesama? Tuhan menerima mereka yang bertobat dan mati dalam kebaikan; bukan mati dalam keadaan jahat.

Mengapa Tuhan Allah bersikap demikian? Jawaban ditemukan dalam Mazmur 130. "Jikalau Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? 

Tetapi pada-Mu ada pengampunan supaya Engkau ditakuti orang." (Mzm 130: 3-4). Tuhan ditakuti, karena kerahiman dan keadilan-Nya.

Jumat, 11 Maret 2022RP Albertus Magnus Herwanta, O. Carm.


Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.