1 min dibaca
15 Mar
15Mar
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Meja termasuk perabot yang diperlukan oleh setiap rumah tangga. Macam-macam manfaatnya; bisa amat penting dan dapat pula tidak penting-penting amat.

Makan di restoran juga memerlukan meja. Yang lebih perlu diperhatikan bukan mejanya, melainkan yang tersaji di atasnya. Apa dan bagaimana sikap orang terhadapnya? Bagaimana itu terkait dengan soal moral dan sosial?

Banyak orang yang memesan makanan dan minuman di restoran, tetapi tidak memakan atau meminum seluruhnya. Bahkan ada yang tidak disentuhnya sama sekali.

Di suatu restoran yang menjadi bagian dari hotel mewah di kawasan Ungasan, Bali, hal itu terjadi. Ada tamu yang mengambil beberapa gelas "orange juice" tanpa meminumnya. Juga beberapa jenis makanan yang diambil ditinggalkan di atas meja. Semua itu tentu akan dibuang oleh pihak hotel.

Peristiwa itu menampilkan absennya kesadaran moral dan sosial dari kegiatan meja restoran. Ketidakadilan. Orang membuang makanan dan minuman pada saat banyak orang kelaparan.

Ada lagi meja yang terkait dengan soal moral dan sosial. Untuk menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban, anggota masyarakat kadang perlu berurusan dengan meja. Namanya, meja hijau. Banyak perkara moral dan sosial diputuskan di sana.

Akhirnya, ada satu yang pasti membawa masalah moral dan sosial, yakni meja judi. Jarang meja itu membawa dampak positif bagi para pemainnya. Umumnya, keluarga dari penjudi dirugikan. Bahkan menyebabkan perceraian.

Bagaimana selama ini aku menggunakan meja? Apakah meja makan di rumah menjadi wahana sosialisasi anggota keluarga? Apakah hidupku menjadi bekal cukup untuk menghadapi meja pengadilan terakhir?

Salam dan Tuhan memberkati.
DPML, Selasa 14 Maret 2023AlherwantaRenalam 073/23

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.