1 min dibaca
22 Sep
22Sep
Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Bacaan injil hari ini (Lukas 8:1-3) amat singkat. Namun, isi dan pesannya amat relevan bagi kehidupan Gereja. Karena itu, kita perlu secara cermat merenungkannya.

Pertama, Yesus berkarya bersama para murid-Nya (Lukas 8:1). Ini lebih dari sekadar berjalan ke banyak tempat bersama-sama. Kegiatan bersama menjadi medan pembelajaran bagi para murid-Nya. Bisa jadi, ini semacam kaderisasi bagi mereka.

Kedua, beberapa wanita juga menyertai Dia (Lukas 8:2). Tidak lazim, bahwa seorang rabbi Yahudi berkarya bersama kaum perempuan. Ini merupakan terobosan baru dalam tradisi Yahudi.

Ketiga, wanita-wanita melayani seluruh rombongan itu dengan kekayaan mereka (Lukas 8:3). Pelayanan Yesus membutuhkan biaya juga. Dalam hal ini, Yesus menggunakan sumber daya milik para wanita itu.

Tuhan Yesus berkarya dalam tim. Ingat, Tuhan Yesus juga mengutus para murid-Nya ke tempat yang hendak dikunjungi-Nya (Lukas 10:1). Waktu menggandakan roti, Dia meminta para murid membagikan roti itu kepada orang banyak.

Dia juga menggunakan kekayaan manusia untuk mendukung karya-Nya. Bukan hanya harta kekayaan, melainkan juga bakat dan kemampuan mereka. Orang-orang Kristen, sebagai anggota Gereja, mendapat tugas untuk menyumbangkan kemampuan mereka bagi karya Gereja.

Sejak Konsili Vatikan II, Gereja lebih aktif memberdayakan kaum awam untuk terlibat dalam hidup dan pelayanannya. Namun, pemberdayaan itu belum maksimal. Masih banyak warga Gereja yang menjadi anggota pasif. Di banyak komunitas, Gereja belum memberdayakan seluruh potensi umat dalam karya-Nya.

Kaum muda dengan potensi dan kreativitasnya, misalnya, belum mendapat perhatian sepenuhnya. Karena kurang dilayani dan dilibatkan, potensi mereka hilang. Bahkan sebagian meninggalkan Gereja. Kita, sebagai Gereja, perlu belajar dari tim kerja Tuhan Yesus.

Jumat, 22 September 2023Alherwanta, O. Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.