Cinta yang Menghidupi


1 min dibaca
17 Mar
17Mar

Suara Keheningan | Savitri Candra

Pernah jatuh cinta kan? Yang pernah akan mengatakan sejuta rasanya.. manis pahit kecut asin panas dingin gemetar dan seperti banyak kupu-kupu saat melihat si dia bahkan hanya mendengar suaranya langsung membuat seluruh indra kita menajam.. ini karena kerjaan si hormon endorfin.. hormon yang menciptakan kebahagiaan.

Tapi sekarang kita tidak sedang membicarakan hormon tapi tentang cinta yang membuat kita ingin bergerak,  berbagi dan mengasihi.

Cinta yang mengalir di nadi dan menjadi degup jantung..

Aku lagi suka berbicara tentang Cinta karena cintalah yang membuat aku bangun pagi dengan bersemangat..

Karena ada orang yang kucintai..

Mereka memerlukan sentuhanku..

Entah menyiapkan makanan..

Sebuah sapaan..

Atau bisa kunjungan..

Cinta bukan berarti memberikan barang mahal dan mewah, itu hanya cara untuk mengekspresikan saja tapi perlu diingat juga gak setiap hari orang memberikan kado.. hanya disaat-saat istimewa.

Cinta yang sesungguhnya ada di sikap dan perilaku setiap harinya..

Sebuah pelukan, ciuman manis, candaan dan kata yang lemah lembut bahkan kadang juga ketegasan bisa berarti cinta.

Format cinta bisa datang dalam berbagai bentuk..

Yang pasti cinta itu adalah berbagi.. 

Ada keajaiban dalam berbagi cinta melalui sapaan.. just one hello.

Aku dari dulu termasuk dalam kelompok orang-orang yang malas menyapa duluan. Jarang teleponan, jarang menyapa duluan lewat media apapun.  Sampai kemudian ada yang complain padaku karena merasa dia melulu yang menyapa.  Aku menjawab dengan mlintir sana sini. Kesimpulannya sama : aku males.. 

Namun sebuah pengalaman berharga datang dari bunga anggrek yang kubeli beberapa pot.

Kutaruh mereka dibeberapa tempat. Ada yang di atas meja tamu, meja makan, dipojokan ruang dan di atas dekat dengan kamarku (anggrek ungu yang menjadi favoritku).  Setiap pagi si ungu favorit selalu kusapa dan ke elus-elus penuh sayang, kuberikan air yang juga kuminum.

Anggrek-anggrek yang berada di lantai bawah kadang juga kusapa sekilas.. namun yang berada dipojokkan sering terlupa.

Dalam beberapa minggu secara mengejutkan terjadi perubahan yang signifikan pada anggrek-anggrek itu. Si Ungu favorit tetap mekar indah, anggrek lainnya mulai layu dan paling menyedihkan adalah Anggrek dipojokkan ruang itu luruh dan layu di saat harusnya ia berkembang dengan indah. Dan daun-daun anggrek menjadi kuning berguguran.

Akhirnya kuputuskan memboyong semua ke atas.. setiap hari ku colak colek, kuajak bicara memuji keindahan mereka. Dan apa yang terjadi.. anggrek-anggrek itu mulai menghijau segar dan mulai tumbuh calon batang bunga dan daun..

Dahsyatnya sebuah sapaan penuh cinta..

Tumbuhan dan binatang saja bisa merespons sebuah sapaan cinta dengan menjadikan diri mereka indah apalagi efeknya pada manusia.

Pelajaran ini akhirnya menyadarkan aku untuk membuka diri dan menyapa..

Just one hello.. one smile..

Makes the world a better place

15Mar
18Mar
Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.