DOA PEMIMPIN


1 min dibaca
18 May
18May

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab besar atas orang-orang yang dipercayakan kepadanya. Pemimpin sejati memperjuangkan mati-matian kesejahteraan dan keselamatan mereka yang dipimpinnnya. Bahkan ketika dia harus mengorbankan nama, kepentingan dan hidupnya sekalipun.

Dengan sangat mudah rakyat membedakan mana pemimpin egois dari yang altruis. Yang pertama hanya memikirkan kepentingan sendiri. Sedang yang kedua selalu siap mengorbankan dirinya. Makin tinggi dan berani sikap berkorbannya, makin sejati kepemimpinannya. Orang demikian dapat diandalkan!

Tidak banyak pemimpin demikian. Hanya satu pemimpin yang sanggup membawa orang-orang yang dipercayakan kepada-Nya sampai hidup abadi. Dia tidak hanya mengajarkan ilmu manusia, melainkan ilmu hidup sejati. Apakah itu hidup sejati?

Hidup sejati adalah hidup yang abadi. "Inilah hidup yang kekal itu, yakni bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yoh 17: 3). Mengenal atau mengetahui di sini berbeda dari memahami dengan kemampuan intelektual (pikiran), melainkan mengakui Allah sebagai sumber dan tujuan satu-satunya kehidupan.

Mengenal Allah secara baik dan benar sungguh sukar. Banyak orang mengandalkan sumber hidup di luar Allah dan menentukan tujuan hidup yang jauh dari Allah. Hidup demikian bukan hidup sejati.

Menghayati hidup yang sungguh dijiwai dengan pengenalan akan Allah berarti menempuh jalan yang berbeda bahkan bertentangan dengan nilai-nilai duniawi ini. Karena itu, mereka yang menempuhnya mesti siap menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Namun demikian, mereka itu tidak perlu khawatir dan gelisah. Pemimpin yang memperkenalkan jalan itu tidak membiarkan mereka berjalan sendirian. Dia tidak hanya menunjukkan jalan, tetapi telah menempuh jalan itu lebih dahulu. Lebih dari itu, Dia menyertai mereka dan selalu membawanya dalam doa-Nya, yakni Doa Pemimpin (Yoh 17: 1-11).

Selasa, 18 Mei 2021RP Albertus Herwanta, O.Carm.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.