Dia Ada Untukmu


1 min dibaca
16 Apr
16Apr

Suara Keheningan | Kisah Hidup Membiara 1

Dia ada untukmu.... (15 April 2020) 

Hidup ini mempunyai arti dan tujuannya masing-masing. Terkadang orang tidak mengerti, bahkan tak tahu apa yang harus dilakukan. Orang menjadi lemah dan bosan, kadang bertanya pada dirinya, jadi apakah nanti atau Tuhan mau apa dari hidup yang seperti ini?

Bahkan juga, tidak jarang orang bertanya, “untuk apa aku dilahirkan?’ Kepada siapa aku harus pergi? Ku tak tahu apa lagi apa yang harus kulakukan untuk masa depanku! Aku selalu bertanya....aku sepertinya buta? Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Lalu orang bisa saja mulai terdiam dan terdiam lagi. Tetapi ada juga saat di mana ada bisikan berupa suara yang datang dalam hati dan mengatakan, “Tuhan selalu menyayangimu. Dialah yang mengarahkan langkah hidupmu.”

Dan seandainya hati ini dibiarkan terungkap secara bebas, maka izinkan saya mengatakan ini: Aku selalu membayangkan seandainya aku mempunyai sayap, pasti saja aku akan terbang, tapi aku tak punya apa-apa, hanyalah punya kaki yang bisa melangkah, meski langkahku tampak pelan. Aku tak bisa berlari. Seandainya aku seorang pelari pasti aku lebih dahulu berlari. Perjalananku Masih sangat panjang, masih sangat jauh dari tangga-tangga yang harus aku lalui. Terkadang aku bertanya sejauh mana aku harus melangkah. Semakin ku melangkah semakin sakit telapak kakiku dan aku semakin mengejar-Mu, tetapi rasanya Engkau semakin menjauh dari hadapanku. Aku ingin menyentuh tangan-Mu, tapi tak sanggup. Terkadang aku mengatakan dengan ketidaktahuan dan kebutaanku: “Tuhan luruskanlah dan terangilah jalanku karena Engkau adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.......!

Tuhan ajarlah aku mencari-Mu, karena aku tidak dapat mencari-Mu kecuali kalau Engkau dapat mengajariku.Biarlah aku mencari-Mu dalam kerinduanku biarlah aku merindukan-Mu di dalam pencarianku.

Indah saat aku mengenal Dia

Ketika aku mengenal Dia semuanya terasa berbeda, semua berubah menjadi indah sejak aku mengenal cinta-Nya. Damai di saat aku mengenal Dia, bahagia ketika aku mengecap kedalaman cinta yang Dia berikan, yang tak mampu diberikan oleh dunia..... Namun, seiring berjalannya waktu, aku tidak lagi mudah mengenal Dia, tetapi kehadiran dia yang lain mampu membuatku untuk mengalami kebingungan dan kekosongan. Mana yang benar-benar memberikan aku kebahagian.....Dia atau dia?

Dia adalah sumber cinta, tetapi dia adalah pencari cinta.... kebahagian dari Dia bermula dari penderitaan, kekecewaan dan air mata....Namun, di dalam Dia ada Jalan, Kebenaran dan Hidup. Sedangkan kebahagiaan dari dia hanya berpikir semata tentang bagaimana dapat membahagiakanku..... Cinta Dia murni, tulus dan suci.....Oh Tuhan sungguh indah di saat aku mengenal-Mu dari pada mengenal dia yang cintanya hanya sementara. 

Sr. Martina.


Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.