Perginya Sang Surya


1 min dibaca

Duka telah menghimpit hati 

Lara menghampiri nalar 

Derita terakhir terkenang 

Laramu telah pergi selamanya 


Kematian adalah seni meninggalkan pesan 

Ketiadaan dalam suatu ruang itu nyata 

Kematian adalah bahasa manusia 

Ketiadaanmu itu menjadikan masa lalumu hidup dan bermakna


Serpihan pesanmu tersebar dan membias 

Menerobos kemalasan dan tidur nyenyak 

Merobek kebekuan cara berpikir kaum muda 

Menampar keangkuhan dan ego orang terdekat


Sang Surya, pergimu menyeret pena 

Sang Surya, kisahmu menggugat nalar 

Sang Surya, hadirmu bermantelkan Regula 

Sang Surya, kitabmu adalah Perjanjian


                                                                                                                  Prof. Dr. Anton Berthold Pareira, O.Carm

Hidup itu adalah persesuaian ilmu dan iman 

Hidupmu adalah bahasa kesaksian 

Hidupmu telah menghidupkan pemikir dan pemimpin 

Hidupmu telah meninggalkan kata yang tidak pernah mati


Namamu disebut dalam gandengan aneka bahasa 

Namamu ditulis dengan hormat dan cinta 

Namamu dikenang sebagai ikon membara dalam Sabda 

Namamu tertulis di hati ribuan orang benar


Cinta, roh, jiwa, benar-benar menyala 

Nyala cinta yang tidak pernah pudar dan suram 

Roh kehidupan yang memberi tulang pada daging lemah 

Jiwa keberanian yang berlandaskan kebenaran


Sang Surya, aku mau beritahu bahwa penulis-penulis yang enggan menulis bangkit dengan gairah menulis tentang 

Sang Surya Ha ha ha ha Kematian berakhir dengan kehidupan Pena-Pena yang tertidur 

Ha ha ha ha Sang Surya tertawa


Mainz, 14.01.2021 

Ino Sigaze, O.Carm



Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.