MEMBASUH TANGAN


1 min dibaca
12 Oct
12Oct

Suara Keheningan | RP. Albertus Herwanta, O.Carm

Sejak virus Covid-19 melanda dunia, hampir semua orang melakukan kebiasaan baru, yakni mencuci tangan. Orang mengoles tangan dengan sabun, lalu membersihkannya dengan air mengalir.

Sebelum ada Covid-19, kebiasaan mencuci tangan sudah beratus-ratus tahun dilakukan orang Yahudi. Mereka mencuci tangan sebelum makan. Itulah salah satu adat yang mereka pegang teguh.

Maka, ketika Sang Guru Kehidupan makan di rumah seorang Farisi tanpa lebih dahulu mencuci tangan-Nya, tuan rumah heran (Luk 11: 38). Namun Dia menggunakan momen itu untuk mengajarkan sesuatu yang sangat bermakna.

"Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu" (Luk 11: 39-41).

Intinya jelas. Bahwa membersihkan hati jauh lebih penting daripada sekedar menaati ritual lahiriah. Membersihkan tangan hanya untuk kepentingan sendiri. Sedang membersihkan hati dengan kasih seperti memberi sedekah amat bermanfaat bagi sesama.

Betapa banyak hidup agama yang masih dihayati baru sebagai ritual lahiriah belaka. Hasilnya jelas, yakni kesalehan pribadi yang kadang digunakan untuk mengadili sesama yang mereka anggap kurang taat beragama.
Sikap itu juga tidak membuat orang saleh itu peka terhadap problem kehidupan nyata seperti ketidakadilan. 

Bukankah banyak orang saleh beragama yang juga rajin melakukan korupsi?
Melawan Covid-19 tidak cukup hanya dengan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Diperlukan perubahan "mindset" pula. Misalnya, hidup dalam "new normal." Demikian juga hidup agama yang bermanfaat bagi kemanusiaan lebih besar syaratnya. Lebih dari kesalehan lahiriah belaka dan tak semudah seperti mencuci tangan.

Selasa, 12 Oktober 2021RP Albertus Herwanta, O. Carm.

11May
Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.