Menabur Doa dan Rindu untuk Nanggala


1 min dibaca

Suara Keheningan | Ino Sigaze

Di pusaran Eropa, namamu Nanggala disebut, dikenang. Pergimu menyisakan duka dan tanya: mengapa berakhir sunyi tanpa kontak? 

Entah apa yang bisa kujawab saat mereka bertanya tentang Nanggala. Nanggala, cerita pilu di di rahim ibu pertiwi hari-hari ini.

Pilu dan lara tentang pergimu adalah duka tanpa sisa, bukan cuma untuk bangsa dan tanah air Indonesia.

Air mata duka dan tudung kabung menutup wajah dunia. Semuanya larut dalam sunyi, penuh tanya. 

Kapan Nanggala tiba dan menaikan bendera kemenangan untuk semuanya? Rindu tercabik mengiris hati tak hanya istri dan anak-anak yang tertinggal.

Seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat dunia, panjatkan doa agar Nanggala kembali dari kedalaman samudera perjuangan.

Nanggala, kisahmu adalah kisah anak bangsa. Perjuanganmu untuk mengawasi kekayaan alam dan pertahanan negeri belum selesai.Pergimu semula adalah kebanggaan bangsa.

Nanggala, kutaburkan doa dari tangan tanpa daya dan hampa. Semoga jiwa dan roh perjuanganmu menjadi prajurit penjaga maritim Indonesia.Kupercaya, Nanggala adalah pelindung samudera kaya di perairan Indonesia.

Pergimu adalah misteri tentang pengawal bayangan dari dimensi yang tidak pernah terpikirkan untuk keselamatan Indonesia.

Di kedalaman yang tak terhingga, Nanggala menjaga siang dan malam rahim ibu pertiwi negeri ini.Di bawah hempasan gelombang, Nanggala menatap batas-batas wilayah maritim negeri ini sampai di kedalaman.

Di relung laut maha luas dari Sabang sampai Merauke, Kau menyisir dengan sigap demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nanggala, waspada dan tugas jagamu tidak pernah sia-sia untuk Indonesia. Patriot sejati yang tak terbayarkan untuk negeri dan bangsa.

Doa dan rinduku kutaburkan untukmu, Kau yang perkasa di medan laga hempasan gelombang dan badai perubahan.

Semoga Nanggala bersama prajurit-prajurit tercinta bahagia di kedalaman kasih Sang Pencipta. Nanggala pergi untuk Indonesia.

Salam berbagi, ino, Mainz, 25.04.2021. Menabur Doa dan Rindu untuk Nanggala Halaman 1 - Kompasiana.com 

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.