Gara-gara Ibu, "Ibu Jari" jadi Taruhan, Kok Bisa?


1 min dibaca

Cerita tentang anak durhaka, atau lebih santernya legenda Malin Kundang rupanya menjadi satu-satunya mitologi yang paling kuat tersimpan dalam ingatan saya. Mitologi Minangkabau, Sumatera Barat itu pertama terdengar ketika saya masih di Sekolah Dasar. Kisah Malin Kundang itu diceritakan oleh seorang ibu saya pada waktu itu kira-kira tahun 1985. Di mata saya waktu itu, kisah Malin Kundang adalah kisah penaklukan kemalasan dan kenakalan seorang anak.

Mau baca selanjutnya, klik dan baca di sini: Mengapa Disebut "Ibu Jari"? Halaman 1 - Kompasiana.com 

Suara Keheningan

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.