Ada 5 Pengaruh Positif Media Sosial bagi Perubahan Cara Pandang Manusia


4 min dibaca

Suara Keheningan | Ino Sigaze

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan manusia, tidak bisa dipisahkan dari peran media sosial. Media sosial memang baru terasa taring dan pengaruhnya bersamaan dengan kemajuan teknologi komunikasi.

Sadar atau tidak, media sosial berperan sangat penting untuk suatu perubahan cara pandang manusia. Perubahan cara pandang sebagai efek dari pengaruh positif media sosial itu tentu berangkat dari pengalaman pribadi pengguna media sosial di tengah arus kemajuan teknologi komunikasi.

Kemajuan teknologi komunikasi yang saya maksudkan bukan saja soal bahwa semakin banyak orang menggunakan komputer sebagai sarana komunikasi sosial dan kerjanya, tetapi lebih dari itu sebagai sarana teknologi yang memungkinkan manusia mengekspresikan dirinya melalui media sosial.

Media sosial apa saja yang digunakan manusia saat ini tidak bisa lepas dari peran teknologi komputer. Bahkan perkembangan-perkembangan terbaru setelah mengenal komputer, terbukti semakin canggih, cepat, menarik dan praktis.

Sistem komunikasi yang menggunakan perangkat lunak itu tidak pernah berhenti menawarkan produk-produk baru dengan spesifikasi yang selalu baru dan menarik. Ruang fantasi dan kerinduan manusia pun bisa dijawab secara sangat memuaskan.

Dari komunikasi sosial yang hanya menggunakan suara, berubah perlahan-lahan sampai kepada gambar dan pada puncaknya video dan bahkan live online berjam-jam, semuanya bebas digunakan oleh siapa saja dan untuk apa saja.

Tentu, sisi negatif itu ada, namun pada kesempatan ini, saya ingin memperlihatkan 5 pengaruh positif dari media sosial berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan media sosial, secara Facebook, blog dan website.

1. Melalui media sosial orang belajar menulis apa yang dipikirkannya
Coba diperhatikan kembali pada timeline media sosial yang kita gunakan, apa yang ditulis pada hari pertama Anda menggunakan media sosial? Kebanyakan orang belajar menulis di media sosial itu berawal dari tulisan-tulisan kecil yang mungkin cuma satu atau dua kalimat di Facebook.

Jasa Facebook bagi saya tentu luar biasa. Hobi menulis puisi, kata-kata yang inspiratif pertama-tama ditulis pada timeline Facebook belasan tahun lalu. Uniknya bahwa meskipun tulisan sederhana, toh akhirnya dibaca orang lain.

Reaksi dan tanggapan positif itulah yang memicu sekaligus memotivasi untuk menulis lagi, bahkan sempat terpikirkan dari tulisan-tulisan itulah suatu saat akan dikumpulkan dan dibukukan.

2. Media sosial mengubah cara pandang manusia dari yang kecil menjadi besar dan luar biasa
Sekurang-kurangnya sepuluh tahun menulis di Facebook, kemudian tanpa disadari sudah terbiasa menulis dengan jumlah karakter 300-500 kata. Namun, untuk tulisan sepanjang itu dianggap terlalu banyak oleh pembaca atau teman-teman yang suka membaca tulisan di Facebook.

Kritikan dan saran, perlahan-lahan mengubah cara pandang untuk mencari sarana lain yang memungkinkan tulisan menjadi lebih baik dan disertai dengan gambar. Tuntutan akan isi dan penampilan fisik yang menarik mulai ada.

Kerinduan dan harapan mulai berubah bukan saja bisa menulis, tetapi memenuhi selera dan harapan pembaca. Pada saat itu, berubah tidak hanya menulis di Facebook, tetapi paralel, tulisan dari blog dibagikan pada timeline Facebook.

Dari hasil peralihan pertama itu, terkumpul artikel-artikel kecil, setelah diedit lagi akhirnya pernah dicetak menjadi sebuah buku. Ide-ide kecil mulai dianggap berarti bukan pertama-tama bagi orang lain, tetapi pertama-tama bagi diri sendiri. 

Karena itu, saya berani mengatakan bahwa media sosial seperti Facebook dan blog punya pengaruh positif, mulai dari timeline online ke lembaran cetak, dari tulisan kecil yang singkat menjadi artikel opini dan pada akhirnya menjadi sebuah buku kecil.

Haru dan senang bahwa ide-ide kecil itu berubah perlahan-lahan menjadi bernilai, bukan cuma untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Sehari seminar dan sebulan pernah menjual karya kecil, modal untuk biaya percetakan sudah bisa dikembalikan. 

Senang juga sih. Keuntungan nyata di depan mata. Padahal, semuanya berawal dari satu atau dua baris kecil dari timeline media sosial. Media sosial sungguh mengubah dari yang kecil menjadi luar biasa.

3. Melalui media sosial orang bisa membela masyarakat yang hak mereka dipermainkan
Persoalan sosial, salah paham, pelanggaran terhadap hak asasi manusia, dan hal-hal lainnya yang mengindikasikan ketidakadilan selalu saja terjadi dan itu biasanya di mana saja. 

Nah, dalam konteks seperti itu, media sosial ternyata punya andil luar biasa untuk membuka pergerakan rahasia yang tidak manusiawi ke publik agar banyak mata melihat dan mengkaji, bahkan mengkritik dan memberikan solusi.Menulis tentang kenyataan yang dipaksa harus ditutup, itu ternyata tidak mudah. Apalagi mempublikasi aksi-aksi pihak tertentu yang melakukan intimidasi terhadap masyarakat.

Media sosial seperti Facebook pada saat itu, benar-benar sangat positif mengubah dan menggerakan arus perlawanan terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Ya, tulisan-tulisan di media sosial itu, ternyata bisa meredakan dan membuka mata banyak pihak.

Keuntungan yang paling berarti adalah bahwa nafas keberpihakan pada masyarakat yang  hak-hak mereka direbut  menjadi nyata, bahkan bisa menggerakan orang lain untuk bangkit memprotes aksi-aksi yang tidak benar.

4. Media sosial adalah pengeras suara dari masyarakat yang tidak bisa berteriak protes pada pelanggaran dan penyimpangan
Terbukti nyata bahwa bahwa tulisan-tulisan kecil di media sosial berperan sebagai pengeras suara dari masyarakat yang belum menggunakan media sosial.

Suatu waktu ketika liburan, ditemukan kejanggalan instalasi listrik di suatu tempat. Terasa aneh dan benar-benar tidak dimengerti, mengapa bisa seperti itu. Kabel listrik diikat pada pohon jambu mente. Lalu yang lainnya, kabel itu dibiarkan saja di atas tanah.

Belum lagi, instalasi listrik di rumah-rumah penduduk, kabel listrik yang semestinya baru, tetapi disambung dengan kabel yang lama yang pernah digunakan instalasi untuk tenaga matahari. Belum lagi meteran listrik dibiarkan tanpa penutup dan lain sebagainya.

Protes kecil saya pada waktu lebih karena merasa sungguh tidak benar cara instalasi seperti itu, bahkan bisa sangat membahayakan masyarakat. Anehnya tidak satu orang pun yang protes dengan keadaan seperti itu.Nah, ketika transit di bandara di Singapura dalam perjalanan kembali ke Jerman, saya mempublikasi tulisan dan foto-foto yang tidak jelas itu, ya tentu melalui media sosial dan blog lainnya.

Dua hari setelahnya, setelah saya tiba di Jerman, masyarakat dari tempat di mana ada persoalan itu memberi tahu bahwa sudah ada tindak lanjut dan instalasi ulang dari pihak PLN. Waktu mendengar itu, saya betul merasakan betapa media sosial seperti Facebook dan blog itu berperan menolong membuka kenyataan tidak adil di masyarakat. 

Bahkan bagi masyarakat yang takut bicara atau suara mereka tidak bisa berteriak protes, media sosial itu bagaikan toa pengeras suara, yang menyuarakan kerinduan dan harapan mereka.Teriak minta tolong untuk tujuan keselamatan dan keamanan manusia itu memang ampuh dan bisa menolong melalui media sosial seperti Facebook dan blog. Media sosial itu sunyi, namun punya power yang nyata mengubah cara pandang manusia dan keadaan sosial lainnya.

5. Media sosial itu telah mengubah kebiasaan manusia untuk belajar membaca setiap hari
Sejauh pengamatan pribadi, terlihat bahwa minat baca tumbuh khususnya di lingkungan masyarakat yang sebelumnya jauh dari kultur membaca di media sosial.Meskipun demikian, kesimpulan ini perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut. Mengapa?

Ini hanya sebuah riset kecil yang sederhana. Saya pernah menulis suatu artikel lalu mengirim melalui whatsapp ke grup-grup yang saya kenal.

Artikel itu tidak pernah dikirim ke grup lain, selain satu artikel untuk satu grup. Nah seminggu kemudian saya melihat kembali data tentang berapa yang baca artikel itu. Nah, rupanya minat baca pada awal ketika media sosial itu lagi booming itu sangat tinggi dibandingkan dengan ketika orang menjadi terbiasa dengan media sosial.

Ada beberapa kemungkinan yang menjadi temuan pribadi, mengapa ada perubahan minat baca:

1. Minat baca itu kecil dari orang-orang yang kita kenal. Entah karena mereka mengenal latar belakang yang menjengkelkan karena pernah mengkritik mereka, entah karena rasa iri, dan lain sebagainya.

2. Minat baca tergantung dari tema, jika tema itu bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka, maka sangat mungkin artikel itu akan dibaca. 

3. Minat baca lebih terkait tema-tema seperti: bencana, peristiwa dan kematian tokoh tertentu.

4. Tentu, minat baca itu tergantung dari isi tulisan dan formulasi bahasa yang digunakan. Aspek kualitas tulisan tidak bisa disepelekan.

5. Secara umum ternyata tulisan di media sosial bisa dibaca sekurang-kurangnya dalam setahun mencapai 15 ribu-20 ribu pembaca.

Dari pengalaman kecil  mengelola website dan blog pribadi , terbersit keyakinan bahwa media sosial sangat penting dan positif untuk mengubah cara pandang dan kehidupan manusia. 

Demikian beberapa catatan terkait 5 pengaruh positif media sosial bagi perubahan cara pandang,  yang tentunya berangkat dari pengalam pribadi. Saya sangat yakin bahwa masih ada banyak sekali pengaruh positif dari media sosial dalam kehidupan manusia, yang bisa ditulis oleh penulis lainnya.

Sejauh mana pengaruh positif media sosial, tentu terkait dengan sejauh mana pengalaman pengguna media sosial itu sendiri atau sejauh mana pengalaman membaca dan mengenal media sosial yang digunakan orang lain.

Salam berbagi, ino, 8.05.2021.

Mau baca artikel aslinya di sini: Ada 5 Pengaruh Positif Media Sosial bagi Perubahan Cara Pandang Manusia Halaman 1 - Kompasiana.com 

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.