Ada 3 Cara Membawa Anak-anak di Kereta Tanpa Mengganggu Orang Lain


3 min dibaca

Suara Keheningan | Ino Sigaze

Tulisan aslinya baca di sini: Ada 3 Cara Membawa Anak-anak di Kereta Tanpa Mengganggu Orang Lain Halaman 1 - Kompasiana.com 

Isilah acara rumah tangga Anda dengan belajar cara-cara praktis membawa anak dengan menggunakan fasilitas transportasi umum, agar Anda dan anak-anak Anda dihargai dengan wajar dan pantas.

Membawa anak-anak dalam perjalanan dengan menggunakan jasa angkutan umum seperti kereta dalam konteks di Jerman ternyata tidak boleh sesuka hati. Karena itu, orangtua harus memperhatikan cara-cara dan etika yang umumnya berlaku. Bahkan cara-cara praktis itu perlu diketahui agar keberadaan anak-anak tidak terkesan mengusik orang lain.

Membawa anak-anak ke sekolah dengan menggunakan kereta termasuk juga pekerjaan rumah yang rutin dilakukan bagi orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Nah, bagaimana pengalaman perjumpaan saya di dalam kereta dan apa kiat membawa anak kecil, mungkin bisa menjadi sumbangan positif untuk pembaca.

Perjalanan ke Bad Homburg Frankfurt: Menemukan cara untuk menghargai orang lain dan respek pada anak-anak

Perjalanan saya ke Bad Homburg kemarin Selasa, 8 Juni 2021 membuka wawasan saya untuk menulis dengan tema tentang cara-cara yang penting ketika membawa anak usia 3-5 tahun di dalam kereta. Awalnya saya begitu menikmati tempat duduk di sisi jendela kiri. 

Sambil berpangku kaki, saya menulis puisi kecil tentang "Bulir-bulir Janji." Tidak lama kemudian, kereta pun berhenti pada sebuah Haltestelle atau terminal pemberhentian. Masuklah seorang ibu bersama dua anaknya. Saya hanya menduga yang kakak mungkin berusia 5 tahun, sedangkan adiknya 3 tahun kira-kira. 

Keduanya bermain begitu riang gembira sambil berteriak-teriak. Setelah hampir 10 menit keduanya bermain sambil ditonton ibunya, saya juga menikmati bagaimana keduanya bermain. Sesekali sang kakak mendorong tempat duduk adiknya, lalu adik berteriak histeris tapi dengan rasa happy. 

Mula-mula saya melihat kernyitan dahi seorang perempuan pada tempat duduk di sebelah saya. Perempuan itu sedang membuka laptopnya, rupanya mau mengerjakan sesuatu di dalam kereta.

Lima menit kemudian, saya melihat ia menutup kembali laptopnya, namun dengan raut wajah kesal, sambil sesekali melirik ke ibu dan anak-anaknya yang sedang bermain itu.

Tidak lama kemudian, seorang pria menegur ibu dari dua anak itu, "hallo, kenapa anakmu berteriak begitu ribut. kami butuh ketenangan," katanya. Sang ibu langsung bereaksi, "Hallo, mereka ini anak-anak, apakah anak-anakmu tidak ribut," kata ibu itu dengan nada kesal pula. 

Pertengkaran pun terjadi, seorang perempuan lagi yang adalah seorang guru Taman Kanak-Kanak atau Kindergarten, mulai protes juga bahwa benar itu terlalu ribut, di sini orang butuh ketenangan untuk kerja.

Ibu itu pun tidak mau mengalah, "Hallo, di kereta itu bukan untuk kerja, kalau kerja ya tinggal di rumahmu. Mereka ini anak-anak."

Diskusi yang terus mengarah ke kata-kata yang kasar dan ke arah kebencian mulai makin memuncak. Kedua anak itu mulai diam dan tenang, meski sang ibu terus saja ngotot dan panjang ceritanya.

Dari peristiwa itu, saya akhirnya dalam perjalanan pulang dari kunjungan mulai menulis dan merefleksikan tentang cara-cara yang penting ketika membawa anak-anak dalam kereta.Meskipun demikian perlu diketahui lebih dahulu konteks umumnya karakter orang Jerman yang berada di dalam kereta. 

Umumnya di dalam kereta orang bisa membaca dan menulis.Apalagi bagi para mahasiswa atau para dosen. Waktu di kereta tetap efektif untuk belajar, membaca buku dan lain sebagainya yang tentunya semua orang membutuhkan ketenangan.

Karena itu, ada tiga cara saat membawa anak-anak di dalam kereta agar tidak mengganggu orang kebanyakan:

1. Pilihan tempat duduk yang tidak banyak orang

Opsi pertama ini penting agar kebutuhan anak-anak yang mau selalu bermain dengan riang dan gembira bisa tetap terwujud tanpa mengganggu yang lainnya.

tempat duduk yang paling sering atau tidak banyak ditempati orang adalah pada bagian belakang, ya tempat yang biasa disediakan untuk orang yang membawa sepeda.

Pada bagian itu umumnya sedikit lebih luas dan bisa sangat nyaman bagi anak-anak untuk bermain di dalam kereta. Meskipun demikian, tempat itu tetap bukan tempat ideal untuk tempat bermain anak-anak. 

2. Bertanya dengan sopan dan ramah kepada yang lain di sekitar anak-anak

Bertanya pada yang lain dengan sopan, mungkin akan mengubah suasana dari yang tidak suka keributan menjadi lebih mudah menerima bahwa anak-anak bisa ribut di dalam kereta.

Misalnya, sang ibu bisa bertanya pada orang di sekitar anak-anaknya, khususnya mereka yang sedang membaca atau mengetik dengan rumusan seperti ini: "Minta maaf, apakah saya boleh bertanya sesuatu, apakah suara anak saya sudah terlalu mengganggu kalian? Sekali lagi maafkan saya." 

Tata krama seperti itu, sangat mungkin membuat penumpang lain akan berusaha memahami anak kecil dan sangat mungkin mereka akan menjawab, "tidak apa-apa," alles gut. Tentu berbeda sekali, ketika sang ibu diam saja, lalu ditegur malah ngotot dan protes, padahal ia seorang pendatang. Rasanya ngeri banget. 

Pada prinsipnya sangat penting bahwa siapa saja yang membawa anak-anak harus tetap memperhatikan tata krama, etika di dalam kereta atau sarana transportasi umum lainnya.

3. Anak-anak perlu dibimbing untuk melakukan jenis permainan yang wajar di dalam kereta

Saya kira anak zaman sekarang sudah punya jenis permainan digital yang cocok untuk anak-anak, mungkin sarana seperti itu perlu disediakan agar anak-anak selama di kereta tidak terlalu ribut atau berteriak yang berlebihan sampai terkesan sangat mengganggu penumpang lainnya.

Selera penumpang itu bermacam-macam dan tentu tidak semua orang menyukai keributan. Umumnya suasana tenang dan santai, sehingga orang bisa tidur, membaca, menulis, belajar atau mengerjakan tugas lainnya.

Dalam kaitan dengan jenis permainan ini, orangtua perlu menjadi selektif menyediakan permainan yang cocok untuk anak-anak selama perjalanan. Jika tanpa alternatif ketika, maka cara pertama dan kedua harus sungguh diperhatikan agar tidak sampai menimbulkan pertengkaran dan persoalan bagi yang lain.

Ya, permainan klasik yang sering dipakai anak-anak Jerman adalah City-Country-River atau juga bisa dengan permainan sederhana membuat bangunan menara Eiffel dari kertas dan permainan-permainan lainnya. Tiga hal itu mungkin efektif tidak hanya di Jerman, tetapi juga di Indonesia. 

Mengapa orang perlu perhatikan 3 hal di atas:

1. Keselamatan anak harus diutamakan
Keselamatan anak yang bermain di dalam kereta itu sebenarnya sangat berisiko. Karena itu, sebaiknya orangtua memiliki jenis permainan yang tanpa membuat anak-anaknya harus banyak bergerak.

Kepedulian dan tanggung jawab orangtua atau pengasuh anak tidak boleh dianggap sepele saat dalam perjalanan. Tanggung jawab bukan saja soal bagaimana duduk dan berdiri atau berjalan, tetapi juga tanggung jawab terkait kedisiplinan umum yang harus dipahami dan diterima. 

Semua bentuk tanggung jawab itu sangat penting diperhatikan orangtua atau pengasuh agar respek orang terhadap anak-anak menjadi positif dan baik. Sayangilah anak-anak dengan cara-cara yang wajar dan nyaman.

2. Etika umum harus diperhatikan agar program dan rencana pribadi dan orang lain berjalan lancar

Perhatian pada hal-hal yang berlaku umum sangat penting, karena jika tidak diperhatikan, maka pengaruhnya sangat besar. Bisa menimbulkan kemarahan, kekecewaan dan pertengkaran di dalam kereta. Sangat mungkin cara-cara tidak sopan dan tidak beretika itu bisa menghambat perjalanan yang lainnya. 

Semakin mungkin suatu persoalan kecil di dalam kereta itu melibatkan orang lain, maka semakin mungkin akan mengganggu kenyamanan orang lain. Pada prinsipnya, jika terjadi kecelakaan penumpang di dalam kereta, maka kereta itu akan berhenti sampai ada petugas khusus yang menangani datang untuk menanganinya. Hal seperti itulah yang sangat mengganggu program dan rencana kerja orang lain.

Lebih baik memilih mengutamakan kepentingan umum, agar orang lain bisa bahagia, nyaman, dan bahkan hidup kita sendiri juga tidak dipersulit karenanya. Ya, orang perlu saling peduli demi kebersamaan dan kelancaran dalam semua urusan hidup pribadi dan umum.

Demikian 3 cara bagaimana orangtua atau pengasuh membawa anak-anak dalam kereta agar kehadiran mereka bisa diterima dan nyaman untuk orang lain. Cara-cara ini sangat penting agar keselamatan anak-anak terjamin, respek terhadap anak-anak juga tercipta dan kelancaran urusan umum bisa berjalan dengan baik juga.

Salam berbagi, ino, 09.06.2021

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.