5 Elemen yang Dapat Menjadikan Pesisir Sungai sebagai Tempat Wisata


4 min dibaca

Suara Keheningan | Inosenisus I. Sigaze

Keindahaan wilayah pesisir akan selalu menjadi daya tarik tak kenal kompromi antara perjumpaan antar manusia, ekonomi dan wisata.

Di tengah gencarnya tema wisata, lingkungan dan ekonomi di Indonesia,  tidak kalah menariknya jika coba melirik pesona pinggir kota dan sungai di tempat lain seperti di Eropa. Tulisan ini tidak bermaksud membuat perbandingan, tetapi lebih merupakan sharing konsep tentang bagaimana mengubah wilayah pesisir menjadi tempat yang indah, bahkan menjadi tempat menarik dan dikunjungi orang. 

Rasanya tidak idealis jika tema membangun wilayah pinggir sungai itu dibicarakan, karena kota-kota besar di Indonesia memang punya sungainya. Dari sisi itu, mesti perlu disyukuri bahwa Tuhan memang baik, memberikan sungai dan air kepada kita. 

Sungai dan aliran air bukan saja berkat, tetapi tantangan bagi generasi yang mengidolakan wisata dan pembangunan. Pertanyaannya, bagaimana cara pemerintah menata daerah pesisir sehingga terlihat indah. 

Berikut ada 5 element yang perlu diperhatikan agar wilayah pesisir itu sungguh menarik sebagai area wisata.

1. Sungai yang bersih

Tantangan terbesar umumnya di Indonesia adalah kebersihan sungai-sungai yang mengalir melewati wilayah perkotaan. Bukan hal baru lagi bahwa fokus dan perhatian pemerintah belum bisa mengubah sungai-sungai itu menjadi aset wisata.Nah, sekedar menceritakan bagaimana sungai Rhein di Jerman, khususnya di kota Mainz tampak pada kedua sisi sungai itu selalu menjadi tempat rekreasi atau tamasya bagi siapa saja. 

Secara khusus seperti terlihat di dalam gambar itu, tampak sungai juga menjadi aset untuk transportasi barang yang bisa dilalui kapal, baik itu kapan penumpang dan juga kapal barang. Fungsi ganda sungai bukan saja sebagai daya tarik untuk rekreasi dan transportasi, tetapi juga untuk berbagai kepentingan ekonomi dan wisata internasional menjadikan sungai memang elemen utama yang diperhitungkan kebersihan dan kelestariannya.

Tanpa sungai yang bersih, mungkin semua mimpi untuk perubahan ke arah wisata dan kunjungan tamu-tamu asing akan menjadi nihil dan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Karena itu, tema tentang kebersihan sungai bukan saja topik yang dibebankan pada pemerintah, tetapi topik tentang tanggung jawab semua orang di sekitarnya. Katakan saja, penduduk harus menganggap pantang membuang sampah di sungai. 

Hal terkait membuang sampah pada tempatnya sangat mudah dilakukan di Jerman karena dinas kebersihan sungguh bekerja serius dan penuh tanggung jawab. Bahkan sampah setiap rumah sudah diatur dengan jadwal kapan akan diangkut mobil sampah berdasarkan jenis-jenis sampah: plastik, kertas dan gelas. Jika hal ini dihubungkan kembali dengan Indonesia, maka dinas kebersihan kota, sungai harus perlu menjadi prioritas bersama. 

Tidak kalah pentingnya adalah peran keterlibatan masyarakat seluruhnya untuk bertanggung jawab atas kebersihan kota dan sungai. Saya jadi ingat alam perjalanan dari Jakarta Barat setelah karantina ke Bandara Soekarno-Hatta, terlintas ada sebuah sungai di tengah kota, apalah namanya saya sudah lupa, cuma spontan dari sopir menjelaskan bahwa sungai itu dulu sangat bersih kalau dibandingkan dengan situasi sekarang.

2. Penataan tempat dengan konsep fleksibel pada musim

Konsep pembangunan area pinggir sungai dekat kota sudah sangat mungkin untuk dijadikan tempat perjumpaan semua orang. Ya, tempatnya luas, sudah ditanam bunga-bunga, ada pula jalur-jalur untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda. Bukan cuma itu, semua lantai dibuat dengan paving yang kokoh. Pada musim panas beberapa area pinggir sungai itu disiram dengan pasir putih dengan ketebalan sekitar 30 cm. 

Pantai itu akhirnya terlihat benar-benar seperti di pinggir sungai dengan pasir asli. Ada pula area untuk lapangan volley pantai, tempat duduk menghadap sungai, ada juga tempat jualan makanan, dan jenis minuman ringan seperti teh, kopi dan minuman lainnya sesuai selera pengunjung. 

Tidak dilupakan juga pada tempat itu disediakan juga tempat-tempat sampah menurut jenisnya. Ada juga tangga menuju air sungai yang bisa dimungkinkan bagi pengunjung yang senang memberi makan burung-burung yang berenang di atas air. 

Pemandangan itu sering menjadi tontonan seru anak-anak hingga orang dewasa di musim panas.Singkatnya penataan tempat itu selalu fleksibel. Artinya pada musim dingin, pasir dan segala sesuatu itu bisa diangkat atau dipindahkan lagi. 

Dan selanjutnya ketika musim panas tiba bisa ditata kembali. Sementara untuk musim semi sudah dipersiapkan dengan bunga-bunga yang pas hingga bersambung ke musim panas. Ya, konsep ramah lingkungan yang berlanjut dari waktu ke waktu sudah merupakan hal yang penting diperhitung sejak awal.

Area yang dipersiapkan untuk wisata di pinggir sungai harus juga memperhitungkan area untuk pejalan kaki dan sepeda. Tentu area jalan itu diperhitungkan cukup luas sehingga tidak mengganggu lalu lintas manusia dan pengendara sepeda di sana.

3. Barisan pohon-pohon

Penataan area pesisir sungai tidak boleh mengabaikan area khusus di mana bisa ditanam pohon-pohon hijau secara lurus dan teratur. Pohon-pohon di pesisir sungai Rhein khususnya di pinggir kota Mainz sungguh menarik bukan cuma untuk burung-burung merpati, tetapi juga untuk para pejalan kaki. 

Pohon yang rimbun itu menjadi aset yang tidak diduga, namun memberikan pesona keteduhan yang tidak bisa tergantikan. Keindahan tidak terlepas pula dari yang namanya keteduhan. 

Nah deretan pohon yang ditanam secara khusus itu membuktikan bahwa penataan wilayah pesisir sungai memang dilakukan dengan serius dan terencana.Perhatikan saja gambar di atas, pohon-pohon itu  ditanam dua baris dan pada akhir musim panas dahan-dahan rindang pohon-pohon akan dipangkas secara teratur. 

Ya, bukan saja sekedar menanam dan membiarkannya, tetapi menanam dan merawatnya tetap merupakan kesatuan konsep dalam membangun area pinggir sungai. Pesona keindahan pohon bukan saja ketika pucuk baru tumbuh dalam kesatuan warna hijau muda, tetapi juga saat dahan ranggas bersamaan terlihat sunyi tanpa dedaunan, kemudian salju turun dan bertengger hingga putih semuanya.

4. Pagar pinggir sungai

Wisata, keindahan, keramaian, pengunjung dan semuanya yang terhubung dengan manusia tetap harus memperhitungkan aspek keamanan. Nah, itulah alasannya area tempat rekreasi di pinggir sungai Rhein khususnya di kota Mainz selalu punya pagar pelindung dan pembatas.

Pagar pengaman itu sangat penting dipersiapkan secara khusus untuk kepentingan keamanan tamu-tamu yang punya anak kecil dan tentu untuk keamanan secara umum. Tidak hanya itu, ternyata pagar di pinggir sungai punya nilai seni tersendiri. 

Bayangkan bisa duduk dan bersandar sambil menikmati burung-burung berterbangan dan sejumlah orang sedang menunjukkan aksi heroik dengan menggunakan motor boat mereka di sana. Pagar bukan saja untuk fungsi keamanan, tetapi fungsi yang menunjang keindahan kota, secara khusus area pinggir sungai. 

Pagar yang dibangun di sana tidak dengan tanaman tumbuhan hidup melainkan dengan besi, ya pagar permanen yang bertahan lama.

5. Sumber air pancur

Sumber air pancur memang punya keunikan yang harus diperhitungkan juga agar, area pesisir menjadi area wisata yang akan ramai dikunjungi orang. Di sana dibangun dengan bundaran kolam kecil yang hanya disediakan air pada musim panas dengan pancuran sekitar 4 meter lebih keatas. 

Sistem pengaturan air mancur tentu sudah dirancang secara khusus, sehingga air itu tidak akan pernah meluap. Air itu hanya untuk menambah pesona pinggiran sungai dan bukan sebagai kolam renang atau tempat mencuci kaki dan lain sebagainya.

Sumber air pancur betul dijaga hanya sebagai penunjang keindahan area pesisir dan bukan fungsi lainnya. Nah, sanggupkah area pesisir sungai kita dibangun dengan konsep-konsep yang mirip seperti itu? Tentu semuanya bisa dilakukan hanya oleh pemerintah yang betul memiliki wawasan kepariwisataan dan tata kelola area pinggir sungai. 

Tanpa kesadaran, ilmu dan kreativitas yang didukung dengan modal, maka tentu itu semua cuma mimpi dan kekaguman yang hanya bisa dinikmati di negara orang. 

Dari beberapa poin penunjang wisata pinggir sungai, dapat disimpulkan beberapa hal ini:

1. Prioritas utama untuk area wisata pinggir sungai adalah kebersihan sungai itu sendiri. Kebersihan harus bisa menjadi proyek bersama pemerintah dan masyarakat sekitarnya. 

2. Konsep tentang penataan area wisata pesisir sungai harus mempertimbangkan unsur perubahan suhu dan iklim setempat. Fleksibilitas desain tempat tetap memperhitungkan aspek keindahan dan keramahan lingkungan.

3. Penanam pohon dengan pertimbangan kerindangan, keteduhan area pesisir sungai sudah seharusnya merupakan unsur pasti dalam reksa pembangunan area wisata pesisir sungai.

4. Keamanan para pengunjung dan lingkungan di area pesisir merupakan hal yang tidak bisa ditunda, tetapi sejak awal harus sudah dipikirkan bersamaan dengan rencana pembangunan area pesisir. Karena itu pagar permanen tidak hanya penting untuk keamanan, tetapi juga untuk keindahan.

5. Unsur air selalu punya peran khas hampir di semua objek wisata. Wisata tanpa air tentu belum lengkap. Karena itu, perhitungan sumber air di area taman di pesisir sungai merupakan unsur penting yang tidak boleh disepelekan kehadirannya.

Demikian ulasan terkait cara membangun area pesisir sungai menjadi area wisata yang bisa membuka kemungkinan dikunjungi banyak orang. Tulisan ini tetap merupakan sorotan pribadi dari pengamatan dari dekat tentang area pesisir sungai Rhein khususnya di kota Mainz. Maksud dari tulisan ini tidak lain cuma sekedar berbagi kekayaan wawasan dan konsep orang lain di tempat lain terkait cara-cara dan unsur-unsur apa saja yang penting ketika orang atau pemerintah membangun area pesisir sungai sampai menjadi tempat wisata.

Salam berbagi, ino, 27.09.2021.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.