4 min dibaca

Suara Keheningan  Inosensius I. Sigaze

Gunakan nalar waras untuk menganalisis bisnis apa saja, sebelum mengambil keputusan untuk membeli perangkat yang membantu bisnis Anda! 

Artikel asli baca di sini: Ini Kiat Praktis Sebelum Meraup Miliaran Rupiah seperti Ghozali Halaman 1 - Kompasiana.com

Tema NFT dan seniman Indonesia yang mencuat akhir-akhir ini hingga nama Ghozali Everyday marak disebut merupakan satu fenomena langka. Fenomena dunia metaverse yang menyengat gairah orang mudah hingga menyeretnya hingga terbius mimpi-mimpi menjadi miliarder dalam waktu sekejap.

Ya, di era metaverse mimpi tentang kaya mendadak sudah menjadi kenyataan, sekurang-kurangnya Ghozali Everyday menjadi saksi bagi generasi muda Indonesia. Berita tentang Ghozali meraup miliaran rupiah dalam waktu singkat santer merasuk jiwa anak bangsa ini.

Entah berapa orang Indonesia saat ini yang sudah membeli App NFT dengan varian harganya. Semua kemungkinan pembelian online app online saat ini seperti mengalir tanpa putus. Pertanyaannya, apakah bisnis NFT berlanjut dan menjanjikan generasi muda Indonesia? Seberapa besar dampaknya bagi generasi muda Indonesia terkait konsep penjualan NFT itu?

Saya terpanggil untuk menganalisis dampak dari boomingnya bisnis NFT saat ini. Ada satu dampak yang perlu segera disadari oleh masyarakat Indonesia saat ini, yakni dampak psikologis.

Dampak psikologis yang membius nalar kritis

Dampak psikologis yang membius nalar kritis itu saya sadari dari pengalaman pribadi. Secara psikis saya juga tergiur dengan berita-berita itu, bahkan ingin mencoba dan memiliki app NFT sendiri. Apa yang saya lakukan? Saya langsung mengambil handphone dan mengarahkan jari saya pada Google Play dan memasukan kata kunci NFT. 

Di sana ditemukan banyak sekali app dengan nama seperti: NFT marketplace, NFT Ersteller, NFT dan Crypto Kunst, NFT for Beginners, NFT non fungible tokens guide dan lain sebagainya.Satu hal yang pasti dari semua produk itu punya label harganya masing-masing, mulai 2, 99 euro, 7, 99 euro, 13,99 euro dan sebagainya. Harganya berbeda-beda. 

Dari kenyataan itu muncul suatu pergulatan dalam diri saya antara apakah saat ini saya harus membeli app NFT atau tidak. Pada saat itu ada desakan dari dalam diri seperti ini: "Belilah, gimana bisa kaya kalau kamu nggak membeli dan berani mengambil langkah pertama!" Desakan dari dalam diri seperti ini terasa sekali bukan bisikan halus lagi, tetapi beberapa hari lebih sebagai suatu gerah yang membara di dalam hati dan pikiran. 

Gerah yang menstimulasi pikiran dan keinginan untuk menjadi seperti Ghozali tentu bukan hanya saya, tetapi bisa jadi menyeret begitu banyak anak-anak Indonesia saat ini, secara khusus setiap orang yang membaca tulisan terkait NFT dan Ghozali.

Ketika saya melihat harga app yang berkaitan dengan NFT itu saya langsung mengurung niat. Sejenak diam lalu perlahan-lahan membangun dialog dengan diri sendiri. Beberapa pertanyaan saat terdiam itu muncul: Apa yang kamu tahu tentang NFT? App yang mana yang mesti kamu beli dan yang tidak perlu kamu beli? Foto pribadi jenis apa saja yang punya daya jual? 

Dari pertanyaan-pertanyaan itu, saya akhirnya memilih untuk menulis pergulatan batin saya itu lebih dahulu sebelum masuk ke dalam lingkaran bisnis seniman NFT. Mengapa lebih dahulu menganalisis dan menulis sebelum ikut sebagai pelaku bisnis NFT?

Ada beberapa alasan berikut ini:

1. Bisnis seniman anak Indonesia itu baik, namun perlu dengan nalar waras

Bisnis apa pun perlu disertai dengan nalar waras atau nalar harus jalan. Bagi sebagian orang yang benar-benar mengerti konsep dan sistem NFT, saya kira silahkan saja merebut peluang itu. Namun, saya percaya masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang terbawa biusan angka-angka yang menjanjikan masa depan, lalu mengabaikan nalar waras. 

Nalar waras yang saya maksud dalam konteks tulisan ini adalah orang hendaknya mengerti lebih dahulu, bahkan kalau memang bisa menguasai konsep dan sistem bisnis seniman itu, baru mengambil keputusan untuk membelinya. 

Nah, menariknya app yang saya sebutkan di atas tidak ada yang gratis, di mana orang diberikan kesempatan untuk mempelajari, lalu memutuskan untuk membelinya. Artinya bahwa siapa saja yang benar-benar terbawa emosi untuk menjadi kaya raya seperti Ghozali, maka tahu atau tidak tahu harus membeli app itu untuk mempelajarinya.

Baru berencana saja sudah mahal bung. Saya belum yakin bahwa dalam perjalanan orang menyukai dan atau cukup menguasai itu. Nah, kecemasan seperti itu tentu selalu terlambat atau sudah merupakan keuntungan pihak penjual app NFT. Memang juga sih, di mana di dunia ini yang tidak membutuhkan uang. 

Semuanya pasti membutuhkan uang, cuma caranya berbeda-beda. Dalam kaitan dengan beli membeli itu sebenarnya paling disayangkan adalah masyarakat yang mungkin cuma terbawa arus keinginan menjadi Ghozali berikutnya tanpa memikirkan konsekuensinya.

Tulisan ini bertujuan agar siapa saja perlu mempelajari konsep dan dampak bisnis NFT dengan sebaik-baiknya sebelum menjadi pelaku bisnis. 

2. Menawarkan kiat sebelum kecewa itu lebih baik daripada kiat setelah kecewa

Kiat-kiat praktis yang menawarkan solusi agar ruang kekecewaan itu tidak melebar dan meluas tetap saja sangat relevan. Hal ini karena dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang pernah membaca tulisan-tulisan tentang NFT dan Ghozali, sudah pasti ada yang tidak bisa berpikir panjang lagi, melainkan langsung mencoba. Orang mengira urusan terkait NFT dan bisnis seniman itu mudah sekali. 

Siapa sih yang nggak bisa selfie? Saya kira di era metaverse ini orang tidak boleh begitu sederhana mempertimbangkan untuk mengupload gambar pribadinya setiap hari. Ada hal yang perlu dipertimbangkan juga misalnya gambar seperti apa yang bisa diupload. Secara psikologis, siapa saja pasti bosan memposting gambar yang sama setiap hari.

Kebutuhan pencerahan dengan kiat-kita sederhana itu sangat dibutuhkan sebelum banyak orang kecewa dan rugi daripada menulis tentang kekecewaan orang, saat bisnis online hilang jejaknya.

Dalam kebosanan itu, orang tergoda mencari gaya, bahkan sensasi untuk menambah nilai jual. Nah, sejauh mana konsep pemostingan gambar itu, barangkali masyarakat biasa yang punya selera untuk berbisnis NFT perlu mengetahuinya.

Unik dari bisnis NFT itu adalah bahwa cerita yang booming di tanah air ternyata Ghozali adalah seorang mahasiswa atau bukan dari kalangan artis yang terkenal. Bagi saya, fenomena ini perlu dikritisi. Mengapa perlu dikritisi? Pertama, ya, fenomena NFT bisa saja kepentingan bisnis yang dengan sengaja merangkul masyarakat biasa untuk masuk ke ruang bisnis tanpa secara kritis pun bisa. Bisnis NFT akhirnya dipikir bisnis yang tidak perlu pikir panjang hal positif dan negatifnya, karena orang hanya butuh rajin foto selfie setiap hari saja.

Saya yakin tidak seperti itu saja. Bisnis apa sih yang tidak perlu bijak menatanya atau hanya dengan gampangan memposting foto setiap hari, lalu tiba-tiba orang memperoleh miliaran rupiah? Kedua, ada hal yang perlu dipertimbangkan lagi dari fenomena NFT itu adalah soal keamanan data pribadi pelaku bisnis. 

Saya pribadi pernah kecolongan terkait form pembelian online. Model bisnis online apa saja pasti membutuhkan data pribadi seseorang dan juga akan menyeret seseorang memilih sistem pembayaran. Nah, anehnya tiba-tiba tanpa ada pesanan pembelian suatu barang, tapi ternyata saya menerima email dengan pesan bahwa telah terbayar sekian rupiah untuk pembelian barang A. Aneh bukan?

Nah pada proses pembelian dan transfer, urusan data-data pribadi itu harus sangat hati-hati. Jika semakin banyak orang cuma terbius dengan "rezeki mendadak Ghozali", maka sangat potensial sebagian orang akan tertipu.

Untuk mendukung keamanan bisnis online yang berkaitan dengan urusan beli dan transfer orang perlu sesering mungkin mengubah password sistem pembayaran yang dipakainya. 

3. Analisis perlu didukung dengan mempelajari video-video tutorial berbisnis

Bisnis apa saja tentu punya konsekuensi, meskipun demikian, orang hendaknya mempertimbangkan konsekuensi yang lebih kecil dengan melengkapi pemahaman diri melalui video tutorial. Ada banyak video tutorial yang sangat membantu memahami suatu bisnis.

Tutorial yang bisa menjadi rujukan untuk memahami NFT bisa ditemukan seperti dengan judul: Create and Launch your NFT Collection. Siapa saja akan tertarik dengan kata-kata yang ada di sana: Unlock the potential of NFT´s - a crazy innovation that can help you raise millions! Buka potensi NFT - inovasi gila yang dapat membantu Anda mengumpulkan jutaan! (nft.softtik.com).

Barangkali juga perlu bahwa orang mempelajari tidak hanya satu tutorial, tetapi juga beberapa tutorial lainnya untuk menjadi lebih paham sebelum terjun langsung berbisnis. Semakin paham fungsi, konsep dan segala konsekuensinya, maka semakin baik, ketimbang tanpa tahu apa-apa langsung membeli app dan mulai beraksi selfie.

Demikian catatan singkat mengenai dampak psikologis dari gerahnya NFT dan berita tentang Ghozali yang kaya mendadak di Indonesia saat ini. Tulisan ini berusaha mendukung anak-anak Indonesia dan masyarakat Indonesia seluruhnya tidak hanya untuk maju dalam kreasi dan seni, tetapi juga meningkat dalam taraf pendapatan dan ekonomi. 

Sebelum orang lebih jauh karena terlalu menggebu-gebu oleh karena dentuman rezeki Ghozali yang menggoncang negeri ini, jangan lupa berusaha sedemikian supaya nalar waras tetap berfungsi dan perlu waktu untuk mempelajari dan menganalisis kiat-kiat dan video tutorial yang sudah pasti menolong siapa saja pelaku bisnis.

Salam berbagi, ino, 18.01.2022

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.